Berita UtamaRegional

Gedung DPRD Bogor Ambruk, Ketua DPRD Atang Trisnanto Minta Audit Total Kelayakan Bangunan

Avatar of admin
×

Gedung DPRD Bogor Ambruk, Ketua DPRD Atang Trisnanto Minta Audit Total Kelayakan Bangunan

Sebarkan artikel ini
IMG 20191028 104845
Ruangan Paripurna DPRD Kota Bogor yang Ambruk.

BOGOR, Senin (28/10/2019) suaraindonesia-news.com – Sejak diresmikan April lalu, baru 6 bulan usia gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terletak di Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor, sudah mengalami ambruk pada bagian kontruksi plafon ruang rapat paripurna DPRD. Ambruknya sebagian kontruksi berada di lantai lima itu diakibatkan oleh hujan deras beserta angin kencang pada Sabtu (26/10) sore kemarin.

Sebagaimana diketahui bersama, gedung DPRD Kota Bogor diresmikan pada bulan April 2019 lalu dengan menelan biaya pembangunan yang tidak sedikit, dari informasi yang didapat, bangunan tersebut menelan dana sekitar 70 miliar.

Pantauan suaraindonesia-news.com dilokasi, terlihat ruang rapat paripurna hancur berantakan akibat terkena reruntuhan atap dan tembok yang ada diatasnya.

Bukan itu saja, kursi dan meja pimpinan DPRD yang berada di depan rusak parah, termasuk foto-foto yang tertempel di dinding pun ikut rusak. Debu material pun terlihat mengotori lantai dan kursi meja anggota DPRD lainnya, berikut kursi tamu VIP.

Menanggapi ambruknya kontruksi gedung tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019-2024, Atang Trisnanto dengan tegas meminta untuk segera dilakukan audit total dan pemeriksaan oleh yang berwenang. Sebab, dingding lantai lima yang jebol dinilai lemah kontruksi.

“Itu terlihat tidak adanya besi beton yang menjadi rangka dingding maupun penyambung dengan lantai. Konstruksi plafon juga tidak menggunakan besi hollow dan hanya ditarik dengan kawat,” ungkapnya.

Ditegaskan Atang, untuk gedung yang besar dengan ketinggian 5 lantai dan dengan kondisi cuaca Kota Bogor ekstrim, seharusnya mempunyai perencanaan yang matang.

“Untuk itu kami minta agar segera diadakan audit secara total. Dan harus ada pemeriksaan oleh pihak yang berwenang. Pertama, audit kelayakan gedung. Kita ingin memastikan bahwa konstruksi bangunan yang ada sekarang benar-benar aman. Gedung dewan adalah pusat aktivitas bersama masyarakat, ormas, pemerintah kota, pegawai DPRD, dan juga anggota dewan, sehingga harus terjamin keamanan dan keselamatan jiwa yang beraktivitas di dalamnya,” tegas Atang, Minggu (27/10/) malam melalui telepon selulernya.

Ditambahkan Atang, pelaksanaan pembangunan gedung DPRD tersebut harus segera dilakukan audit seluruh proses pembangunannya. Harus ditelusuri kemungkinan penyimpangan. Baik ketidaksesuaian dengan standar kualitas maupun kemungkinan jika terjadi penyelewengan.

“Pembangunan gedung DPRD ini menggunakan dana negara yang demikian besar. Dan usia bangunan juga masih baru. Sehingga mengherankan jika terjadi ambruknya dinding ruang paripurna. Jadi, sekali lagi, harus ada audit secara total,” pungkasnya.

Rrporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Marisa