Gaster Dan Rantai Sapi, Turunkan Angka Pencurian Hewan Ternak

LUMAJANG, Selasa (12/2/2019) suaraindonesia-news.com – Demi untuk menurunkan angka pencurian hewan ternak jenis sapi, Polres Lumajang yang bekerjasama dengan masyarakat setempat, membangunan Garasi Ternak (Gaster) ataupun penggunaan rantai sapi pada ternak tersebut.

Dua langkah itu, diambil Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban dikarenakan cukup maraknya kejadian pencurian hewan ternak sapi di wilayah hukum Polres Lumajang ini.

“Ini adalah sebuah terobosan yang kami buat. Dan dengan adanya Gaster ini, saya harap tidak ada lagi kejadian hewan ternak milik warga yang hilang. Saya juga berharap, warga ikut sama-sama menjaga eksistensi Gaster ini dengan cara dirawat secara baik. Toh gaster ini juga ada untuk masyarakat. Bahkan dengan adanya Ganster, pembeli dari luar wilayah akan datang langsung ke Desa Purwosono untuk membeli sapi, karena bisa langsung bertransaksi dengan pemilik sapi,” terang perwira tinggi yang baru menjabat selama 3 bulan sebagai orang nomer satu dikalangan Polres Lumajang ini.

Hal ini kata Kapolres Lumajang, sangat positif bagi pemilik sapi, karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke pasar hewan.

Gaster di Dusun Karanganyar, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang ini telah terisi sebanyak 24 ekor sapi.

Kapolres Lumajang juga mengusulkan agar kotoran dari hewan ternak tersebut dapat diolah lagi untuk menjadi Biogas sebagai pengganti elpiji ataupun sebagai pupuk kandang.

“Ini masih tahap pertama. Nantinya, saya ingin kotoran dari sapi sapi ini dapat dijadikan Biogas sebagai pengganti elpiji, selain itu juga dapat sebagai pupuk bagi petani. Meskipun sekarang pun kotoran ternak tersebut juga dapat diolah menjadi pupuk secara tradisional, saya rasa dengan kemajuan zaman maka pengolahan kotoran tersebut dapat menggunakan teknologi yang lebih modern,” papar lukusan Akpol 1998 ini.

Selain metode gaster, Kapolres juga menjelaskan kalau warga juga bisa menggunakan rantai sapi. Di Gaster ini, sapi-sapi tersebut sudah menggunakan rantai yang di maksud.

“Rantai sapi ini sangat kuat, sehingga saya yakin dapat menangkal para pencuri sapi. Silahkan untuk kerabat maupun sanak saudara yang memang meiliki sapi, namun wilayahnya belum membangun Gaster, saya sangat menganjurkan penggunaan rantai sapi ini. Harga pembuatanya sekitar Rp. 150 ribu, bapak ibu sekalian, namun dapat menjaga investasi warga berupa hewan ternak ini,” jelas Arsal.

Nantinya, Polres Lumajang berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Lumajang akan memetakan wilayah mana saja yang strategis untuk dibangun Gaster ini, sehingga permasalahan pencurian sapi di wilayah Lumajang dapat ditekan hingga hampir mencapai presentasi nol persen dalam kasus Pencurian hewan ternak.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Purwosono, Hendrik Dwi Martono, kepada media ini, mengatakan jika pihaknya sangat berterima kasih atas pemyampaian Kapolres Lumajang dan juga apresiasinya kepada warga Purwosono ini.

“Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan ada inovasi lanjutan dari pembangunan Gaster ini, seperti apa yang disampaikan Kapolres Lumajang,” katanya kepada media ini.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here