Gas Melon di Grobogan Masih Langka dan Mahal, Kinerja Disperindag dan Pertamina Dipertanyakan

oleh -77 views
Foto: Pendistribusian gas elpiji 3 kg dari salah satu agen di wilayah Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN, Selasa (30/04/2024) suaraindonesia-news.com – Masih terjadi kelangkaan gas melon (3 kg) di wilayah Kabupaten Grobogan, memaksa konsumen harus mendapatkannya lebih mahal dari harga eceran tertinggi, beberapa pihak mempertanyakan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat dan Pertamina Jawa Tengah.

Pasalnya, keadaan itu sudah diinformasikan dan diadukan masyarakat kepada dua instansi tersebut, beberapa minggu lalu.

Pengamat sosial dan kebijakan publik di Kabupaten Grobogan, Bambang Sumadi, menyikapi hal itu, membuat dia tidak habis pikir. Menurutnya, belum ada tindakan nyata yang dilakukan Disperindag dan Pertamina untuk mengatasinya.

“Sudah kami laporkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan harganya yang melambung tinggi melebihi HET. Namun belum ada tindakan apapun”, kata Bambang Sumadi, Selasa (30/04/24).

Dibalik kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji bersubsidi itu, dia menduga ada kongkalikong antara agen pemasok dengan pangkalan tertentu, sebelum ke tangan pengecer dan konsumen.

“Di wilayah Kecamatan Karangrayung misalnya, kami dapati ada agen yang memberi pasokan kepada pangkalan dengan kuota tertentu. Ironisnya, pemilik usaha pangkalan gas menjual ke pengecer dengan harga sampai 25 ribu rupiah. Dari pengecer ke tangan konsumen mencapai 35 ribu rupiah”, tambahnya.

Bambang menyayangkan pihak Disperindag Kabupaten Grobogan yang dinilai tidak tanggap atas permasalahan yang terjadi di lapangan.

Baca Juga: Gas Melon Langka dan Harga Melambung di Grobogan, Pertamina Terkesan Tutup Mata

“Parahnya lagi, ketika ditanya, Disperindag mengaku tidak mengetahui jumlah pasti agen dan pangkalan yang ada di Kabupaten Grobogan”, ungkap Bambang.

Sama halnya dengan Pertamina, sebutnya, juga tidak tanggap atas karut – marut yang terjadi, sekalipun telah dilakukan sidak ke pangkalan yang diduga mempermainkan harga. Dia juga menilai, Pertamina terkesan tertutup dan tidak terbuka terkait data jumlah agen dan pangkalan yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan.

“Menyikapi ini, sudah dilayangkan surat pengaduan atau laporan oleh LSM yang ditujukan kepada Bupati Grobogan, Disperindag, Polres, Kejaksaan, Pertamina dan Hiswana Migas”, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, belum dapat dikonfirmasi hari ini, karena sedang zoom meeting tingkat Jawa Tengah, yang salah satu materinya membahas tentang kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Sedangkan pihak Pertamina, Ardian Dominggo, dikonfirmasi melalui nomor whatsapp-nya, sejak setelah melakukan sidak beberapa hari lalu, hingga kini, belum memberi tanggapan.

Namun demikian, menyikapi dinamika dan perkembangan atas masalah tersebut, media ini berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, khususnya dua instansi itu, demi keseimbangan informasi.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan