Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com –Banjir dikawasan alun-alun kota Batu masih terus mengamcam, pasalnya titik tersumbatnya sampah dan buangan kasur oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang diduga ada dikolom draenase atau gorong-gorong,
Hingga kini Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga kota Batu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Propinsi Jatim belum menemukan titik terang tersumbatnya drenase itu.
Arif As Sidiq kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga kota Batu, saat ditemui di alun-alun kota Batu, Minggu siang (8/11/2015) mengatakan bahwa hingga kini titik tersumbatnya sampah pihaknya masih belum menemukan.
Ia menduga banjir yang terjadi selama dua hari itu karena draenase yang ada dikawasan alun-alun itu tidak mampu menampung tingginya debit air akibat hujan deras.
“Laporan dari masyarakat kalau banjir yang terjadi di kawasan alun-alun itu gara-gara masyarakat membuang sampah seenaknya, ditambah bekas kasur yang tidak terpakai itu dibuang begitu saja di dalam gorong-gorong” kata Arif.
Menurutnya, bila titik sumbatan belum ditemukan sementara terjadi hujan deras selama dua jam atau lebih secara otomatis masih terjadi banjir lagi, Untuk mengatasi problema seperti itu, pihaknya akan melakukan secara all out pengerjaan sampai ketemu titik tersumbatnya sampah.
“Sebenarnya draenase yang ada sekarang ini tidak menjadi masalah karena saluran air itu besar, namun karena kurang kesadaran masyarakat akan kebersihan dan lingkungan. Maka sampah dan bekas kasur dibuang senenaknya yang menimbulkan tersumbatnya draenase itu” ungkap Arif
Dia juga optimis dalam waktu dekat ini titik tersumbatnya sampah itu akan ketemu, karena blue print atau pipa jaringan pihaknya sudah menemukan , mulai dari jalan Gajah Mada hingga jalan Diponegoro, sehingga pembongkaran draenase tidak sampai dibongkar total.
Namun apabila terjadi pembongkaran total akan memerlukan anggaran yang cukup besar, sementara anggaran yang ada hanya berkisar Rp 200 juta.
Banjir yang terjadi selama dua hari itu menyebabkan bebarapa fasilitas umum yang beraada disekitar alun-alun itu rusak berat, seperti jalan, trotar, aspal jalan yang berada di sebelah timur alun-alun aspalnya mengelupas. Dan tidak bisa dilalui kendaraan umum.
Paska banjir di alun-alun kota Batu, ternyata juga tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan alun-alun, setidaknya ada 2000 pengunjung yang ber wisata ria dikawasan itu. (adi Wiyono).












