Peristiwa

Gara-gara Draenase Tersumbat Kasur, Alun-alun Kota Batu Terancam Banjir Lagi

47
×

Gara-gara Draenase Tersumbat Kasur, Alun-alun Kota Batu Terancam Banjir Lagi

Sebarkan artikel ini
IMG 20151107 161813
Alu-alun Kota Batu setelah di terjang banjir, Dok

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com –Banjir dikawasan alun-alun  kota Batu  masih terus mengamcam, pasalnya  titik tersumbatnya  sampah dan  buangan kasur oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab  yang diduga ada dikolom draenase atau gorong-gorong,

Hingga kini  Dinas Pekerjaan Umum dan  Bina Marga kota Batu  dan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Propinsi Jatim  belum menemukan titik terang tersumbatnya drenase itu.

Arif As Sidiq  kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga kota Batu, saat ditemui  di alun-alun kota Batu, Minggu siang (8/11/2015) mengatakan bahwa hingga kini  titik tersumbatnya sampah pihaknya masih belum menemukan.

Ia menduga banjir yang terjadi selama dua hari itu  karena draenase yang ada dikawasan alun-alun itu tidak mampu  menampung tingginya debit air akibat hujan deras.

“Laporan dari masyarakat kalau banjir yang terjadi di kawasan alun-alun itu gara-gara masyarakat membuang sampah seenaknya, ditambah bekas kasur yang tidak terpakai itu dibuang  begitu saja di dalam gorong-gorong” kata Arif.

Menurutnya, bila titik sumbatan belum  ditemukan sementara terjadi hujan deras selama dua jam atau lebih  secara otomatis masih terjadi banjir lagi, Untuk mengatasi problema seperti itu, pihaknya akan melakukan  secara all out  pengerjaan sampai ketemu titik tersumbatnya sampah.

“Sebenarnya  draenase yang ada sekarang ini tidak menjadi masalah karena saluran air itu besar, namun karena kurang kesadaran masyarakat akan kebersihan  dan lingkungan. Maka sampah dan bekas kasur dibuang senenaknya yang menimbulkan tersumbatnya draenase itu” ungkap Arif

Dia juga optimis dalam waktu dekat ini  titik tersumbatnya sampah itu akan ketemu,  karena blue print  atau  pipa jaringan  pihaknya sudah menemukan , mulai dari jalan Gajah Mada hingga jalan Diponegoro, sehingga pembongkaran draenase  tidak sampai dibongkar total.

Namun apabila  terjadi pembongkaran total akan memerlukan anggaran yang cukup besar,  sementara anggaran yang ada  hanya berkisar Rp 200 juta.

Banjir yang terjadi selama dua hari itu menyebabkan bebarapa fasilitas umum yang beraada disekitar alun-alun itu rusak berat, seperti jalan, trotar, aspal jalan yang berada di sebelah timur alun-alun  aspalnya mengelupas. Dan tidak bisa dilalui kendaraan umum.

Paska banjir di alun-alun kota Batu, ternyata juga tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan alun-alun, setidaknya  ada 2000 pengunjung  yang ber wisata ria  dikawasan itu. (adi Wiyono).