TERNATE, Senin (4/12/2017) suaraindonesia-news.com – Aksi unjuk rasa lanjutan yang di lakukan oleh Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS), Senin (04/12/17), bertempat di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Jl. Sultan M. Djabir Sjah, Kota Ternate, Maluku Utara, Menyikapi persoalan pasar di Kota Ternate mengenai penetapan leo, fasilitas pasar dan penertibaan penjual keliling.
Menurut koordinator aksi, Ikhsan Muhammad ada beberapa masalah menjadi temuan dengan kawan kawan Gamas, 1. pembayaran leo tidak merata, 2. Fasilitas pasar, dan 3. Pasar keliling (pasar ojek).
“Pembayaran leo tidak ada pemerataan pembayaran leo atau pihak yang berkaitan dengan pihat terkait permasalahan pasar.
Masyarakat Mengeluh dengan fasilitas pasar, dan dengan hadirnya Pasar ojek mengurangi hasil penjualan di pasar tetap,” tegasnya.
Menurutnya, harus ada ketegasaan pemerintah dalam bentuk regulasi biar komsumen datang ke pasar.
Kepala dinas perindustrian dan perdagangan kota Ternate Nuryadin Rahman saat di konfimasi di ruang kerjanya mengatakan, masa aksi menyuarakan ada tiga tuntutan. 1. Fasilitas, 2. Ojek sayur dan Pedagang musiman. 3. Pemerataan leo.
“Leo itu berdasarkan peraturan daerah yaitu luas tempat di kalikan harga distribusi dan di tambah Peraturan Walikota tahun 2017 mengatur zona klasifikasi beradasarakn wilayah,” jelasnya.
Tambah dia, ibu-ibu yang menjual barito pun tak di kenakan retribusi kecuali yang menggunakan fasilitas utama seperti kios.
Masih menurut Nuryadin, mengenai ojek sayur dari tahun 2015 kami sudah melarang ojek sayur, karna bisa mempengaruhi inflasi daerah, lebih sulit di kontrol dan dari sisi kesehatan juga tidak menjamin kami sudah menyurat ke instansi terkait salah satunya dinas perhubungan mengenai ojek sayur dan perna melakukan rapat terbatas bersama bapak Walikota.
“Mengenai pasar bastiong karena pasar sementara di bangun. Jadi ada beberapa yang masih perlu kami lakukan pembenaan,” ungkapnya.
Pihaknya berterimah kasih karena ada pihak yang membantu dalam proses pengawalan setiap kegiatan.
“Kami siap evaluasi menerima masukan, dalam dekat kami siap melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai leo karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang leo ini,” tutupnya. (GM/JIE)












