PATI, Suara Indonesia-News.Com – Sekdes Desa Godho, Suwito menyampaikan, saat kejadian longsor tersebut berlangsung begitu cepat. Dikatakannya, kejadian tersebut tidak hanya kali ini terjadi. Sebelumnya sekitar tahun 2013 lalu kejadian serupa pernah terjadi dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Bahkan area penambangan di sekitar tempat itu telah dilarang. Pihak desa juga tidak pernah mengeluarkan IJIN. Penambangan itu dilakukan secara manual oleh warga setempat.
“Jadi dulu awalnya sekitar tahun 2012an pernah dijadikan penambangan posfat bahkan dengan menggunakan alat berat. Tapi kemudian oleh warga dilarang,” terang Suwito kepada Suara Idonesia-News.Com kemarin.
Beberapa warga melakukan penambangan secara manual. Penambangan liar itu mulai dilakukan sekitar tahun 2013 lalu. Batu hasil tambang itu banyak dijual untuk dijadikan bahan bangunan maupun pengeras jalan.
Sementara itu, Sunawi, kakak Wandono pekerja yang tertimbun mengaku tidak pernah menyadari kejadian tersebut bakal terjadi. Dirinya juga mengaku tidak merasakan firasat apapun akan kejadian tersebut.
“Biasanya Wandono memang jarang sekali menggali batu. Dirinya hanya menjadi kuli pengangkut batu ke dalam truk,”ujar Sunawi saat diwawancarai Suara Indonesia-news.com kemarin.
lantaran tidak ada panggilan sebagai kuli angkut, Wandono akhirnya nekat ikut menggali. Namun rupanya hal itu berujung naas bagi nyawanya. Adiknya dari enam bersaudara tersebut meninggalkan Lis, istrinya dengan dua anak yang masih berusia 12 dan tiga tahun. Bukti kepada galian liar yang marak dikendeng utara yakni karisidenan Pati sudah banyak menelan korban Jiwa. Tindak ketegasan dari pemerintah setempat maupun yang berwajib masih diragukan adanya penambangan Liar, sebab tahun 2015 galian-galian Liar bermunculan dan makin marak.
Sekitar Pkl. 16.45 wib Korban ditemukan dalam posisi tersungkur seakan berusaha menahan batu yang meruntuhinya. Terdapat Pada tubuh korban sejumlah luka parah di kepala, rusuk sebelah kanan, dan kaki kanan putus.
Sejumlah relawan gabungan dari Rapi, BPBD, Polsek Winong yang datang hingga sore kemarin masih terus melakukan upaya evakuasi. Bahkan alat berat backhoe turut dihadirkan untuk membantu upaya penyelamatan tersebut. Upaya penyelamatan itu menjadi tontonan istimewa bagi masyarakat. (pung).












