Galian C Di Pati Menelan Korban

Relawan gabungan dari Polsek Winong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) dan Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) evakuasi korban longsor di Galian C

PATI, Suara Indonesia-News.Com – Maraknya Penambangan galian C dilingkup Karisidenan Pati mulai terkuak . Desa Godo, Kecamatan Winong, Pati, Rabu (28/10/2015) sore longsor. Inilah bukti salah satu imbasnya pada Galian C yang harus ada nyawa melayang sebagai buktinya.tidak tahu akan lingkungan dan tingkat kesadaranya masih sempit. Satu penambang yang tengah beristirahat di dalam gua bekas galian C, tewas seketika tertimbun tanah saat terjadi longsor mendadak.

Kejadian tersebut, Penambang yang tewas yakni Wandono, warga Desa RT 8 RW 2 Desa Godo. Dalam peristiwa itu, satu penambang lain yang berada di dalam gua, yakni Gianto, warga RT 1 RW 1 Desa Tamansari. Namun Gianto berhasil menyelamatkan diri.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya tengah beristirahat di salah satu gua sedalam satu meter yang merupakan galian. Tiba-tiba saja, tebing pada bagian belakang setinggi tujuh meter secara mendadak longsor.

Sontak, tebing yang runtuh menimpa keduanya, keberuntungan masih membela Gianto. Ia berhasil melarikan diri dari maut. Sementara itu, Wandono tertimpa reruntuhan tebing hingga tertimbun tanah serta maut menjemputnya digalian C.

Evakuasi yang agak sulit sempat terjadi, Relawan gabungan dari Polsek Winong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) dan Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) harus mengerahkan alat berat untuk menemukan tubuh korban.

korban  ditemukan dalam keadaan tersungkur. Posisi meninggal korban seakan berusaha menahan batu. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka parah di bagian kepala, rusuk sebelah kanan, hingga bagian kaki kanan putus karena tertimpa material dan bebatuan.

Korban berhasil dievakuasi menggunakan alat berat backgoe sekitar pukul 16.45 WIB. Jenazah rencananya akan dikebumikan di TPU setempat.

“Kami mendapatkan informasi dari polsek setempat, kemudian kami mengirimkan petugas untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima, satu orang meninggal dunia karena tertimbun di tempat penambangan galian C yang longsor,” ujar Kasubbag Humas Polres Pati AKP Sri Sutati.

Lokasi Longsor Daerah Larangan Penambangan

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebenarnya Wandono bukan berprofesi sebagai penggali batu padas di kampungnya tersebut. Ia hanya menjadi kuli pengangkut batu yang kemudian dimuat ke dalam truk.

Belum genap satu hari bekerja namun nasib berkata lain. Namun naas, longsor menimpa tubuhnya hingga tewas. “Wandono sebetulnya hanya kuli angkut batu. Tapi, hari ini tidak ada panggilan untuk ngangkut batu sehingga terpaksa ikut menggali,” ujar Sunawi, kakak Wandono.

Nasib berkata lain. longsor terjadi saat Wandono istirahat di dalam kubangan galian yang membentuk semacam gua. Pria berusia 40 tahun dari enam bersaudara tersebut akhirnya meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih berusia 12 dan 3 tahun.

Longsor di kawasan penambangan itu bukanlah kejadian pertama. Pada tahun 2013 lalu, kejadian serupa juga sudah pernah terjadi. Hingga pemerintah desa setempat mengeluarkan larangan penambangan di tempat tersebut.

Namun, sejumlah warga yang mengais rezeki dari areal tersebut tetap nekat melakukan penggalian batu. Hasil batu yang mereka gali bisa dijual kembali untuk menguruk jalan atau bahan bangunan.

“Kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2013 lalu. Karena itu, pemerintah desa telah melarang warga untuk melakukan penambangan. Pemdes tidak pernah mengeluarkan izin. Namun, warga tetap nekat melakukan penambangan secara manual,” tutur Suwito Sekdes Desa Godo,

Ia menyampaikan, daerah tersebut sempat akan dijadikan sebagai areal penambangan fosfat menggunakan alat berat pada 2012. Namun, warga desa setempat melarangnya.

Pada 28 Oktober 2015. sejumlah warga yang masih nekat melakukan penambangan secara manual. Hingga akhirnya longsor yang memakan korban kembali terjadi. (pung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here