Pendidikan

Galakkan Program KF Untuk Meningkatkan SDM Perlu Ditunjang Dana

×

Galakkan Program KF Untuk Meningkatkan SDM Perlu Ditunjang Dana

Sebarkan artikel ini
Dinas Pendidikan Sumenep1
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep
Suara Indonesia-News.Com, Sumenep – Sebagai upaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia perlu terus meningkatkan program pendidikan bagi masyarakat.
Karena itu Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus berupaya memaksimalkan program keaksaraan fungsional (KF) dan sejumlah program lainnya untuk peningkatan SDM.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs.H. Moh. Sadik, M.Si melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Drs. Misbahul Munir, M.Si, Selasa (13/01) mengungkapkan untuk melaksanakan program tersebut tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu pihaknya berharap semua sector bisa memahami persoalan tersebut.
“karena itu, dalam pembahasan bersama dewan misalnya, kami berharap mereka bisa memahami persoalan untuk memajukan Sumenep melalui peningkatan program pendidikan.”ungkapnya.
Menurutnya, disamping terus menggalakkan program keaksaraan fungsional (KF) di Tahun 2015 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep juga berupaya untuk terus menjalin kerjasama dengan institusi lain dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia yang memadai.
Sebab, yang jelas dengan peningkatan SDM akan turut serta meningkatkan indek pembangunan ekonomi. Karena itu piahknya menjalin kerjasama seperti dengan Kementerian Kelautan dan Perikananpada Badan Pemgembangan Sumberdaya Manusia (SDM) Kelautan dan Perikanan pusat.
“yakni dengan melaksanakan program Dukungan Tenaga Pendidikan Pada Sekolah Lapang(PDTPSL) di Kabupaten Sumenep, yang ditempatkan di empat lembaga pendidikan non formal.”ungkapnya.
Dijelaskan, ke empat lembaga pendidikan non formal yang ditempatkan untuk kegiatan PDTPSL yakni 2 lembaga di Kecamatan Dungkek, 1 di Kecamatan Saronggi dan 1 lagi di Kecamatan Bluto. Dalam program yang dilaksanakan selama 6 bulan tersebut berakhir tanggal 31 Desember 2014 lalu.
Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pendidikan berkaitan dengan teknis pengelolaankeluatan dan perikanan pada 4 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang melaksanakan pendidikanpaket B dan C. Sedangkan yang berjalan hingga saat ini budidaya air tawar berupa ikan lele.
“karena itu, kami berharap ditahun berikutnya kembali ada program yang sama agar masyarakat buta aksara bisa belajar sambil mendapat keterampilan dan penghasilan.”tambahnya.(ren/zai)