Gagahi Gadis Bawah Umur, Dukun Cabul Asal Wonomerto Probolinggo Diringkus Polisi

oleh -1.478 views
Foto : Supandi (63) pelaku dukun cabul asal Dusun Kedung Kempul, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo saat diintrograsi oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono.

PROBOLINGGO, Selasa (1/9/2020) suaraindonesia-news.com – Supandi (63), Dukun cabul asal Dusun Kedung Kempul Rt.01/Rw.03 Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur diringkus Satreskrim Polres Probolinggo Kota.

Dia ditangkap polisi, karena dilaporkan telah menyetubuhi gadis bawah umur tetangganya sendiri yang masih duduk dibangku SD denga paksa.

“Supandi (pelaku,red) kami tangkap karena adanya laporan dari orang tua korban. Dimana korban yang masih duduk dibangku SD ini mengaku telah disetubuhi oleh pelaku sebanyak kurang lebih 10 kali,” ungkap Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono kepada awak media saat konferensi pers, Selasa (1/9/20) siang.

Awalnya, lanjut Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono, orang tua korban ini melapor ke Polsek Wonomerto, dan diteruskan kepada kami. Dengan adanya laporan korban tersebut pelaku selanjutnya kami tangkap.

Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono menyebut, sementara korban yang melapor masih satu orang.

“Korban sementara ini masih satu orang, namun kami menduga masih ada korban yang lain, tapi tidak berani melapor. Karena apa, karena pekerjaan pelaku ini sehari hari sebagai dukun, sehingga kami duga masih ada korban lainnya yang tidak berani melapor,” katanya.

Sedang modusnya, kata Kasat Reskrim, saat korban sedang bermain disekitar rumah pelaku, korban dipanggil dan di iming-imingi kue dan uang Rp15000,- (lima belas ribu rupiah). Kemudian korban dipaksa untuk berhubungan intim, melayani nafsu bejat pelaku.

Bahkan, kata Kasat, pelaku ini dalam melakukan aksinya juga direkam, dan rekamannya disimpan di flashdisk, yang mana flashdisk tersebut juga kami sita sebagai salah satu barang bukti.

Ia tegaskan, karena perbuatan bejatnya, pelaku kami jerat pasal 81 Sub pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014, diubah dengan UU RI No.37 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun.

Saat dintrograsi petugas, pelaku ini mengaku sebagai dukun yang juga bisa menggandakan uang.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *