Gadis 9 Tahun Diperkosa Saat Mati Lampu, Korban Alami Pendarahan

Korban Pemerkosaan Anak

Banggai Laut, Minggu (2/4/2017) suaraindonesia-news.com – Kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur seringkali terjadi disejumlah daerah. Peristiwa serupa juga terjadi di Kelurahan Dodung, Kecamatan/Kabupaten Banggai Laut. Minggu dini hari (2/4/2017). Sekitar pukul 00.15 Wita.

Korban diketahui berinisial IT. Gadis 9 tahun itu diperkosa saat lampu mati, di lokasi rumah kosong. Terungkapnya kasus pemerkosaan warga Kelurahan Dodung, Banggai Laut ini, setelah keluarganya melihat anaknya tidak ada ditempatnya, kemudian mencari korban dan ditemukan di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari rumah korban.

“Korban ditemukan dalam kondisi berdarah dibagian kemaluannya, diduga pelaku lebih dari 1 orang,” kata Riadianto Pattiwael (Korda TRC PA Banggai Laut, red) kepada suaraindonesia-news.com, Minggu (2/4/2017).

Korban yang diketahui masih duduk dibangku kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) daerah setempat ini, saat ini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Banggai Laut.

Kiri Ketum TRC PA Lania Laosa, Kiri Komnas TRC PA Naumi Lania
Kiri Ketum TRC PA Lania Laosa, Kiri Komnas TRC PA Naumi Lania

Sementara pelaku setelah melakukan aksi bejatnya berhasil melarikan diri dan hingga saat ini informasi yang diterima redaksi suaraindonesia-news.com pelaku masih dalam pencarian pihak kepolisian setempat.

Kornas Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Naumi Lania, menyayangkan kasus pemerkosaan terhadap anak bawah umur. Dia menganggap kasus tersebut menjadi pukulan bagi seluruh masyarakat terutama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Tentunya hukuman berat harus diterapkan terhadap para pelaku, jika perlu yang pantas untuk pelaku adalah hukuman seumur hidup” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak akan pernah lelah dan tetap bekerja hingga ke desa-desa untuk mensosialisasikan perlindungan anak.

“Solusi tepat dalam menekan angka pelecehan anak harus dilakukan semua pihak. Awasi anak-anak dalam pergaulannya, terutama di lingkungan terdekat. Hampir semua kasus pelecehan seksual anak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya,” jelas aktivis anak yang akrab di sapa Bunda Naumi ini.

Selain itu, ia meminta untuk ikut memperhatikan nasib dan masa depan anak-anak Indonesia, karena menurutnya, mereka adalah penerus bangsa.

“Kami minta Presiden tidak hanya membahas persoalan infrastruktur saja, lihatlah anak-anak bangsa yang makin banyak menjadi korban, buktikan realisasi dari extra oldenari crime yang sudah di setujui tentang kejahatan anak,” ujarnya.

“Cepat putus  para pelaku kejahatan itu dengan hukuman kebiri dan hukuman mati, jangan lagi hanya jadi bahan perbincangan saja dan hanya dirapat kan terus,” Tukasnya.(Zaini)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here