FPMK Tantang Nyali Achsanul Qosasi Beberkan Hasil Audit PT WUS

oleh -21 views
Ketua Front Pemuda Madura Kepulauan Asep Irama

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Sejak Februari 2015 Komisoner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi menyampaikan kepada publik bahwa sudah ada empat auditor diturunkan untuk mengaudit PT Wira Usaha Sumekar (WUS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan pada Oktober 2015, Achsanul Qasasi kembali menegaskan jika audit terhadap laporan keuangan sudah selesai, tetapi masih dirahasiakan kepada publik. Demikian dikatakan Ketua Front Pemuda Madura Kepulauan Asep Irama, Kamis (31/3/2016).

“Sejak awal diduga pengelolaan keuangan PT WUS bermasalah. Dapat dibuktikan dengan pendapatan PT WUS sejak tahun 2006 sampai 2014 tidak sebanding dengan laba yang dihasilkan BUMD,” kata Asep.

Dijelaskan Asep, dari hasil sebesar Rp 11.732.593.000, yang disetorkan kepada Pemkab sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 1.345.100.000. artinya ada sisa uang sebesar Rp 10.387.493.000 yang tidak jelas dan diduga menjadi bancakan oknum internal PT WUS. Jelasnya.

Lanjut Asep, belum lagi penyertaan participating interest (PI). Mengingat dana PI 10 persen gabungan saham di Petrogas Pantai Madura telah lunas pada April 2015. PI di Madura awalnya milik PT Santos dari pengeboran migas blok maleo tahun 2010. Namun karena aturan mengharuskan PI dikelola BUMD, maka saham 10 persen itu dialihkan ke Petrogas Pantai Madura (PPM). Sedangkan PT WUS merupakan salah satu pemegang saham di PPM bersama Barito Pasific dan Petrogas Wira Jatim (PWJ). Saham terbesar dimilik Barito Pasific 49 persen, kemudian PWJ dan PT WUS masing-masing 25,5 persen.

“Audit BPK Dengan Tujuan Tertentu (DTT) berangkat dari beberapa laporan keuangan PT WUS yang bermasalah. Tapi sampai sekarang audit BPK belum juga disampaikan kepada publik. Sehingga menimbulkan preseden bahwa BPK kurang nyali untuk membeberkan hasil audit PT WUS kepada publik,” ujar Asep.

Menurutnya, Asumsi ini semakin dipertegas karena salah satu Komisioner BPK, Achsanul Qasasi juga putra Sumenep, sehingga muncul opini publik bahwa AQ-sapaan akrabnya sengaja melindungi kebobrokan keuangan PT WUS.

Belum lagi kata Asep, Asumsi lain bahwa, jangan-jangan Tim Tujuh BPK yang berwenang melalukan audit terhadap laporan keuangan PT WUS justru bermasalah secara integritas, sehingga rentan menerima deal-deal politik untuk melindungi persoalan dugaan korupsi PT WUS.

Tidak hanya itu, FPMK yang merupakan organisasi kepemudaan Madura terus mendesak agar BPK berani membuka audit keuangan terhadap perusahaan plat merah itu.

“Desakan ini berangkat dari kegelisahan publik jika PT WUS selama ini hanya kepanjangan dari Bupati Sumenep, A. Busyro Karim untuk keuntungan pribadinya,” ujar Asep.

Ditegaskan Asep, bahwa FPMK menantang nyali BPK untuk berani buka kebobrokan keuangan PT WUS yang praktiknya sudah berlangsung lama.

PT WUS merupakan salah satu BUMD Sumenep yang diberi kewenangan mengelola SPBU dan sejumlah usaha lain seperti bengkel dan lapangan futsal. PT WUS juga menjadi BUMD yang menangani masalah migas di Sumenep. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *