FPI Kabupaten Jember Hentikan Pemutaran Film Senyap

oleh -33 Dilihat

SUARA INDONESIA-NEWS.COM, JEMBER – Setelah terjadi di propinsi jokjakarta, kali ini Fron Pembela Islam (FPI) Kabupaten Jember, menghentikan acara pemutaran serta diskusi film senyap/the look of silence.sebelum acara di mulai perwakilan dari FPI jember,mendatangi acara pemutaran film senyap.mereka memberikan pesan singkat ke pada panitia penyelenggara,ada SMS berisi ancaman dari orang yang mengatas namakan fron pembela islam dan polres jember, kata elmi auliya bayu purna direktur layar kemisan.

Saat acara di mulai, panitia sudah mencurigai kehadiran dua orang laki-laki tidak di kenal,yang satu memakai sarung dan peci putih yang satunya mengenakan jaket warna hitam. begitu film senyap di putar,mereka mendesak panitia untuk menghentikan pemutaran. mereka juga sempat mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak, bila pihak panitia memaksakan untuk memutar film senyap tersebut.

Agenda pemutaran yang mulanya di jadwalkan pukul 19.00 wib, akhirnya molor selama satu jam.karena sempat terjadi perdebatan antara pihak panitia penyelenggara dengan perwakilan FPI jember. kalau film ini hanya di lihat dari segi fotografi, sinematografi dan pengambilan gambarnya tidak masalah, silahkan saja, terang Muhammad zakaria al anshori sekretaris FPI kabupaten jember, saat memberikan penjelasan kepada insan pers.

Yang menjadi masalah kan isi dari film senyap tersebut,seakan-akan pihak panitia penyelenggara mengajak penonton untuk bersimpati kepada PKI,tukas zaakaria. setelah pihak panitia berdiskusi dan bernegosiasi dengan pihak FPI, akhirnya pihak panitia mengambil keputusan untuk menghentikan pemutaran film senyap.kami khawatir pada keselamatan penonton kata fauzi rahmadani, bagian programmer film kemisan, saat di temui seusai acara.

Selain itu kami tidak mau terjadi konflik berkepanjangan dengan pihak FPI kabupaten jember,karena mereka mengancam akan menggunakan cara anarki, jika pemutaran film senyap tetap di lanjutkan kata fauzi. menyikapi ancaman kekerasan yang akan di lakukan oleh pihak FPI kabupaten jember, acara yang di motori oleh kelompok kolektif film kemisan,yang bekerja sama dengan pers mahasiswa aktualitas universitas muhammadiah jember, akhirnya terpaksa berlanjut dengan diskusi.

Sementara itu puluhan peserta diskusi yang berasal dari berbagai komunitas film indie,dan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di kabupaten jember, merasa kecewa atas ancaman kelompok yang mengatas namakan ormas islam tersebut.ini Negara demokrasi masa masih pakai cara sepihak yang mengutamakan kepentingan golongan. kalau begiti FPI tidak tidak mampu menerima perbedeaan, kata didik saputra mahasiswa fakultas ilmu social dan politik universitas jember yang turut hadir dalam acara tersebut.(dik/midd/pers maideas).

Tinggalkan Balasan