Fintech Cekik Nasabah Lumajang dengan Bunga Besar, Dilaporkan Polisi

LUMAJANG, Minggu (16/6/2019) suaraindonesia-news.com – Keluhan nasabah debitur pinjaman dari perusahaan fintech atau tekfin peer to peer lending (P2P), yang belakangan ini ramai diberitakan, atas bunga sangat tinggi.

Bunga yang dibebankan kepada nasabah tersebut sangat mencekik leher, dan dihitung dengan perhitungan bunga harian.

Seperti yang dialami oleh seorang warga kota Lumajang, sebut saja Bunga. Dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum Debt Collector (DC) yang setiap saat menelepon dan menerornya.

“Bahkan sampai mengirimkan pesan WA ke semua nomor di kontak WA saya,” keluhnya kepada media ini.

Yang menjadi heran, kenapa nomor-nomor telepon yang ada di ponselnya, termasuk atasannya di kantor serta teman-teman dekatnya yang tak tahu menahu tentang pinjaman fintech yang diambilnya, bisa menerima pesan WA dari oknum DC tersebut.

“Saya pinjam Rp. 1 jutaan, sekarang harus mengembalikan sebesar Rp. 15 jutaan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Bunga akan melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Lumajang, karena merasa dilecehkan kepada publik.

Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan Sekar Putih Djarot kepada tribunnews.com pernah menyatakan kalau pihaknya mendorong penerapan disiplin pasar terkait bunga pinjaman maupun cara penagihan dari perusahaan teknologi berbasis keuangan.

Dia mengatakan, pendekatan disiplin berbasis pasar tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur layanan jasa keuangan, melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Soal bunga yang mencekik leher nasabah, Sekar mengatakan, tingkat bunga pinjaman tekfin saat ini sebetulnya telah disepakati dan diatur oleh para pelaku fintech yang tergabung di Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Kami mendorong penerapan market conduct terkait transparansi dalam rangka perlindungan konsumen. Mengenai cara penagihan dan tingkat bunga maksimal, sudah disepakati dan diatur sepenuhnya oleh Asosiasi Fintech yang mewadahi anggota fintech lending legal atau terdaftar di OJK,” kata Sekar Putih Djarot, waktu itu.

Reporter : Fuad
Editor : Agira
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here