exodus
BeritaNewsPemerintahanSosial Budaya

Festival Perempuan Pesisir 2026 Meriah Digelar di Pantai Slopeng, Angkat Peran Strategis Perempuan Nelayan

×

Festival Perempuan Pesisir 2026 Meriah Digelar di Pantai Slopeng, Angkat Peran Strategis Perempuan Nelayan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260608 134147
Foto: Camat Dasuk di dampingi Sekdis Perikanan Dan Perwakilan Disbudporapar Sumenep, DPP dan DPD KPPI Sumenep Saat menggunting Pita tanda dimulainya Festival Perempuan Pesisir.

SUMENEP, Senin (8/6) suaraindonesia-news.com – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep bersama Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Sumenep sukses menggelar Festival Perempuan Pesisir 2026 di kawasan wisata Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Kalender Event Sumenep 2026 tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Festival ini menjadi wadah bagi perempuan pesisir untuk menampilkan kreativitas, budaya, serta memperkuat peran mereka dalam kehidupan masyarakat nelayan.

Berbagai pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan acara, di antaranya tarian pesisir, pameran alat tangkap tradisional, miniatur perahu nelayan, fashion show busana daur ulang, peluncuran buku tentang perempuan pesisir, pertunjukan musik tradisional khas pesisir Madura, hingga bazar makanan olahan hasil perikanan.

Selain menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, festival ini juga membawa pesan edukasi mengenai pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya kaum perempuan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam sektor kelautan dan perikanan.

Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah, mengatakan Festival Perempuan Pesisir merupakan momentum untuk memperkenalkan peran penting perempuan nelayan kepada masyarakat luas. Menurutnya, perempuan pesisir tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi keluarga nelayan.

“Festival ini menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan budaya yang mereka miliki. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perempuan juga memiliki peran besar dalam kehidupan pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Zaini, menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Festival Perempuan Pesisir tahun 2026 merupakan penyelenggaraan pertama yang secara khusus mengangkat peran perempuan pesisir dalam mendukung sektor pariwisata. Karena itu, festival tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan dalam kalender event Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Festival Perempuan Pesisir dihadiri oleh Camat Dasuk, Kapolsek, Danramil, para kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bank BPRS, Bank Jatim, dan HCML.

Penyelenggara berharap Festival Perempuan Pesisir mampu memperkuat promosi destinasi wisata pantai di Kabupaten Sumenep sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif masyarakat lokal, khususnya perempuan pesisir.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas perempuan pesisir, dan masyarakat, festival tersebut berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perempuan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga budaya, melestarikan lingkungan laut, serta mendukung kemajuan pariwisata daerah.

Reporter: Amin
Editor: Qonita
Publisher: Eka