Fauzan Nilai Keterangan Hannah Pada Media Tidak Objektiv Dan Bernilai Palsu

oleh -47 views
Ilustrasi bangunan tower provider.

SAMPANG, Jumat (21/08/2020) suaraindonesia-news.com – Beredarnya pengakuan warga Sampang, Madura, Jawa Timur dibeberapa media pada kejadian rencana pendirian salah satu tower yang berlokasi di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang menuai respon.

Setelah diamati lebih seksama informasi dan pengakuan Hannah pada beberapa media menurut Fauzan syarat dengan nilai tendensius dan menyampaikan cerita yang tidak lengkap sehingga menggiring opini pembaca pada penilaian pihak tertentu yang kurang objektiv.

“Rekayasa kejadian serta memberikan keterangan palsu, diantaranya dengan mengatakan lewat jalan hak miliknya padahal itu merupakan jalan Desa dan keterangan palsu lainnya yang mengatakan adanya tower akan membahayakan bilamana roboh akan merusak rumahnya, padahal posisi rumah dan jarak lokasi tower sekitar kurang lebih 150 meter, sedangkan ketinggian tower 45 meter,” terang Fauzan pada media Jumat (21/08) malam.

Lebih lanjut Fauzan berharap masyarakat tetap bijak dalam menerima informasi juga dirinya mengajak agar media tetap independen dalam menyajikan informasi secara objektiv berimbang dan bersifat mendidik.

Karena fakta kejadian dilapangan menurut Fauzan pihak Hannah melakukan penghadangan lalulintas dijalan desa dengan sengaja memarkir motor dibadan jalan saat alat berat (mobil molen) menuju lokasi pendirian tower, serta pengrusakan unit mobil oleh pihak Hannah, juga Fauzan menilai ada beberapa hal dalam peristiwa tersebut yang ditutupi Hannah pada media dan masyarakat.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *