BOGOR, Selasa (29/09) suaraindonesia-news.com – Fasilitas pendukung olahraga di lingkungan Pondok Pesantren/Yayasan Sahid dinilai masih memerlukan peningkatan agar dapat memenuhi standar nasional maupun internasional. Meski demikian, keterbatasan sarana yang tersedia tidak menyurutkan semangat para santri untuk terus mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Pelatih sekaligus guru MTs Sahid, Muhammad Satria Anggara, mengungkapkan bahwa fasilitas olahraga yang tersedia saat ini masih tergolong cukup, tetapi belum sepenuhnya memenuhi standar ideal.
“Sejauh ini fasilitas pendukung bisa dibilang masih terhitung cukup saja, namun belum sampai di titik di mana anak-anak bisa merasakan standar di lapangan yang sesuai ukuran nasional atau internasional,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Ia mencontohkan fasilitas lapangan basket yang dinilai masih berukuran relatif kecil, termasuk ketinggian sarana yang belum sesuai standar.
Meski dengan keterbatasan tersebut, para santri terbukti mampu menyumbangkan berbagai prestasi bagi Kabupaten Bogor. Di antaranya di cabang olahraga Bola Tangan hingga bola basket. Bahkan dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Pelakda) tingkat Kabupaten, tim basket santri MTS mampu menembus posisi tiga puluh besar setelah bersaing dengan Ratusab sekolah lainnya.
Dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Pelakda) tingkat Kabupaten, tim basket santri MTs Sahid bahkan berhasil menembus posisi tiga besar setelah bersaing dengan puluhan sekolah lainnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran potensi olahraga yang dimiliki para santri, sekaligus memperkuat harapan agar fasilitas pendukung dapat ditingkatkan.
Untuk menunjang potensi tersebut, pihak Yayasan Sahid disebut memiliki wacana dan rencana pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR), baik dalam bentuk semi-indoor maupun full indoor.
Rencana pembangunan itu sempat mengemuka dalam peringatan seperempat abad atau milad Yayasan Sahid beberapa waktu lalu, yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
Muhammad Satria Anggara berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan agar para santri memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Mudah-mudahan segera terealisasi. Tentunya pertama untuk menambah semangat anak-anak, dan kedua untuk menambah murid juga sebagai promosi bahwa pesantren tidak hanya fokus pada satu bidang saja, melainkan memiliki cakupan yang luas,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan GOR yang representatif nantinya diharapkan tidak hanya menjadi sarana penunjang kegiatan olahraga, tetapi juga daya tarik bagi calon peserta didik serta wadah pengembangan prestasi santri.
Harapan serupa disampaikan Dewi Salamah, orang tua Muhamad Zulfikri Naufal, yang merupakan pemain tim basket Group B di sekolah tersebut.
Dewi menyatakan dukungannya agar pengelola sekolah segera merealisasikan pembangunan GOR basket di lingkungan MTs Sahid. Menurutnya, ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai menjadi salah satu pertimbangan orang tua ketika memilih sekolah bagi anak mereka.
“Penegasan saja agar segera dibangun GOR basketnya sesuai dengan promosi awal masuk Sahid,” ujar Dewi Salamah.
Ia menilai fasilitas olahraga yang representatif dan memenuhi standar merupakan salah satu daya tarik bagi orang tua dalam memilih Pesantren Sahid sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.
Para orang tua berharap pihak sekolah dapat memberikan kejelasan mengenai perkembangan rencana pembangunan GOR, termasuk langkah nyata realisasinya, sehingga kebutuhan sarana olahraga dapat menunjang bakat dan aktivitas para santri secara optimal.
Hingga berita ini disusun, materi yang diterima belum memuat keterangan resmi dari pihak pengelola Yayasan Sahid mengenai jadwal maupun tahapan pembangunan GOR tersebut.












