EKOTA BOGOR, Jumat (03/01) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota Bogor melalui Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Hukham) melakukan evaluasi kinerja tahun 2024 di awal tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Kepala Bagian Hukham, Alma Wiranta, dan berfokus pada capaian serta strategi baru untuk mendukung kinerja tahun mendatang.
Alma Wiranta memaparkan capaian program strategis yang meliputi penataan perundang-undangan (PUU), bantuan hukum dan hak asasi manusia (BanhukHAM), serta jaringan dokumentasi informasi hukum (JDIH). Ia menyebut, seluruh program tersebut melebihi target dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Alma mengungkapkan, dari target 750 dokumen hukum, pihaknya berhasil menghasilkan 1.236 dokumen, termasuk 14 Peraturan Daerah, 42 Peraturan Wali Kota, 992 Keputusan Wali Kota, dan 188 Keputusan Sekda. Keberhasilan ini membawa Kota Bogor meraih penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) AA (Teristimewa), yang turut meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) pemerintah daerah.
Dalam aspek litigasi, Alma menjelaskan bahwa dari target 10 kasus hukum perdata dan tata usaha negara (TUN), Kota Bogor menangani 24 kasus, dengan 12 kasus berhasil diselesaikan secara inkrah. Untuk nonlitigasi, dari target 25 pelayanan hukum publik, tercapai 72 pelayanan gratis. Kota Bogor juga mendapatkan apresiasi sebagai Kota Kategori Peduli HAM (KKP HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, penyelamatan keuangan daerah dari hasil gugatan perdata mencapai Rp179 miliar.
Penghargaan JDIH dan Bale Badami
Pada akhir tahun 2024, Kota Bogor meraih JDIH Award peringkat ke-3 se-Jawa Barat dan peringkat pertama di tingkat kota. Pelayanan publik melalui JDIH dan program Bale Badami, yang mengedepankan keadilan restoratif berdasarkan Perda Kota Bogor No. 1 Tahun 2024, juga mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Dengan evaluasi tersebut, Alma menegaskan pentingnya strategi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada warga Kota Bogor. Ia memperkenalkan tagline baru CERAH (Cepat, Efektif, Ramah, Amanah, Harmonis) untuk mendukung layanan publik. Strategi ini akan difokuskan pada pemanfaatan aset daerah, fasilitas sosial, fasilitas umum, serta utilitas lainnya guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami berharap di tahun 2025 ini, seluruh program dapat berjalan lebih baik, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Bogor,” ujar Alma dalam audiensi dengan media.












