KOTA BOGOR, Kamis (01/01) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 16 bayi di bawah dua tahun (baduta) stunting di Kecamatan Bogor Utara dinyatakan wisuda atau lulus setelah mendapatkan program intervensi penurunan stunting selama enam bulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang berkolaborasi dengan Rumah Zakat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor menyampaikan apresiasi terhadap capaian yang diraih melalui kolaborasi lintas sektor tersebut.
Ia menyampaikan bahwa program intervensi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menurunkan angka stunting di Kota Bogor, khususnya di Bogor Utara.
“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin dan hasilnya cukup membanggakan,” ujar Jenal Mutaqin di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara, Jalan Gagalur, Kota Bogor.
Ia menjelaskan bahwa selama enam bulan, Rumah Zakat telah memberikan kontribusi besar untuk penurunan angka stunting di Bogor Utara. Menurutnya, capaian ini menjadi nyata bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi yang konsisten.
“Selama enam bulan Rumah Zakat berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam menangani stunting di Bogor Utara. Dari 28 baduta stunting, alhamdulillah 16 anak dinyatakan sudah lulus dari stunting,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang hadir pada kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa program bantuan di Bogor Utara akan terus dilanjutkan dan ia berharap, sinergitas serta kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan mitra usaha seperti Rumah Zakat dapat terus berjalan dan menyasar wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan.
“Rumah Zakat tadi menyampaikan akan beralih ke Kecamatan Bogor Selatan, semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan. Tapi bukan berarti Bogor Utara akan kami tinggalkan, tetap akan ada program bantuan di Bogor Utara, termasuk bantuan dari para PNS yang akan berpatungan,” ucapnya.
Sementara itu, Pimpinan Rumah Zakat, Siswanto menyampaikan bahwa 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan status gizi dan perkembangan berat badan.
Ia mengatakan bahwa kualitas gizi tetap menjadi perhatian utama agar anak-anak memiliki pertumbuhan optimal dan mampu menjadi generasi unggul di masa mendatang, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.
“Selama 6 bulan kami mengintervensi 28 baduta dan alhamdulillah 16 anak sudah lulus dari stunting. Dari segi berat badan dan pertumbuhan sudah meningkat, tapi yang perlu kita harus garis bawahi bahwa gizi nya juga harus kita perhatikan,” ungkapnya.
Siswanto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengentasan stunting di Kota Bogor. Ia menyampaikan bahwa selanjutnya Rumah Zakat mengintervensi wilayah Kecamatan Bogor Selatan sebagai wilayah dengan angka stunting yang tinggi.
Ia berharap, bantuan yang telah diberikan oleh Rumah Zakat akan menjadi penyemangat bagi Pemkot Bogor untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting di Kota Bogor.
“Insyaalah kita akan lanjutkan bantuan stunting di Bogor Selatan. Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Rumah Zakat ini dapat menjadi penyemangat untuk dapat terus mendampingi anak-anak stunting dan semoga data anak stunting di Kota Bogor bisa menurun,” pungkasnya.
Reporter: Iran G Hasibuan
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












