Empat Sindikat Pemalsu KTP Divonis Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

oleh
Sidang pemalsuan KTP di Surabaya, Kamis (13/2/2020).

SURABAYA, Kamis (13/2/2020) suaraindonesia-news.com – Empat terdakwa sindikat pemalsu Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Surabaya, yakni Hariyanto, Winarto Gunawan, Anwar Sutiono dan Selvi dinyatakan bersalah dan divonis berbeda.

Pertama ketua majelis hakim I Ketut Tirta memvonis terdakwa Hariyanto dan Winarto Gunawan dengan hukuman pidana selama 8 bulan penjara. Kemudian pasutri (sepasang suami istri) Anwar Sutiono dan Selvi divonis 10 bulan penjara.

Empat terdakwa yang terdiri dari sepasang suami istri dan mantan pegawai honorer Kantor Kecamatan Dukuh Pakis itu diadili di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda putusan.

“Terdakwa terbukti melanggar Pasal 96 jo Pasal 8 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan,” kata Ketua majelis hakim I Ketut Tirta saat membacakan amar putusannya, Kamis (13/2).

Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Tanjung Perak, Chalida K Hapsari yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara.

Kendati demikian, JPU Chalida dan terdakwa Hariyanto, Winarto Gunawan masih menyatakan pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Anwar Sutiono dan Selvi menerima vonis majelis hakim.

Untuk diketahui, Kasus ini bermula ketika pasutri Anwar Sutiono dan Selvi meminta bantuan ke terdakwa Hariyanto, Mantan pegawai honorer Kantor Kecamatan Dukuh Pakis untuk membuatkan KTP dengan tarif Rp 800 ribu. Selanjutnya, terdakwa Hariyanto meminta bantuan kepada terdakwa Winarto Gunawan, pedagang makanan keliling untuk membantu mencetakkan KTP palsu tersebut.

Dalam KTP palsunya, Anwar mengganti namanya menjadi Sugiharto Sayogo, sedangkan Selvi diganti menjadi Dewi Anggraeni.

Dua bulan kemudian, pasutri Anwar dan Selvi kembali meminta tolong pada terdakwa Hariyanto untuk membuatkan buku nikah palsu yang dipesan oleh Reza Rama Asmara (buron) dengan harga Rp 1,9 juta.

Reporter : Addy/ Agus DC
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *