Empat Marga Kampung Framu Gelar Musyawarah Tanah Adat dan Pemerintahan

oleh -61 views
Musyawarah Tanah Adat dan Pemerintahan Kampung Framu Kabupaten Maybrat. (Foto: Onesimus Semunya).

MAYBRAT, Minggu (21/3/2021) suaraindonesia-news.com – Keluarga besar Kampung Framu, Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat gelar Musyawarah Tanah Adat Marga Solossa, Susim, Hrumbles, Sikirit dan penyelanggaraan pemerintahan yang di pustakan di kediaman keluarga Ferdinando Solossa, Sabtu (20/3/2021).

Dr. Martinus Solossa, SH, M.Hum Dekan Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih yang juga Raja Framu dalam arahannya menyampaikan kita hadir untuk mendengarkan segalah keluhan-keluhan dari masyarakat kita yang ada di Kampung Framu.

“Sesuai dengan hasil rapat keluarga Framu dan menyepakati beberapa poin penting yaitu, segera pindah Kampung Framu, dan menyiapkan lahan tanah untuk pembangunan kantor kampung Framu,” terangnya.

Menurutnya, yang menjadi alasan pemindahan Kampung Framu adalah hadirnya pemekaran Kampung Tuso sehingga dapat mempengaruhi luas wilayah dan juga penyelenggaraan pemerintahan Kampung Framu, sehingga kedepannya kampung Framu harus keluar dari wilayah Kampung Tuso.

“Kampung Framu merupakan Kampung pusat peradaban di Kabupaten Maybrat, Kampung Framu pertama kali menerima pemerintahan pada zaman Sultan Tidore dan sebagai Kampung pertama menerima Injil pada zaman Hindia Belanda (Onderafdeling),” jelas Martinus Solossa.

“Pembentukan dengan pengkajian Kampung ini saya adalah salah satu tokoh yang turun dengan menetapkan nama Kampung Framu dan waktu itu massa jaman Sultan Tidore dan sekarang Framu sudah dimekarkan banyak Kampung dan Distrik,” bebernya.

Sementara Ferdinando Solossa, SE, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat yang juga dari Kampung Framu dalam penjabaran nya menyampaikan bahwa acara yang disel nggarakan merupakan arahan dari sesepuh dan itu merupakan testimoni/cerita untuk kita pahami bagaimana sejarah dan tujuan kita kedepan sehingga bisa rumuskan.

“Yang pertama kita harus bersatu sehingga kita solid untuk membangun tanah Framu ini dengan baik, serta kita sebagai generasi harus pahami sejarah yang ada, terus kita juga harus melakukan tindak lanjut yang baik dalam segalah hal (Framu mau dibawa kemana), serta kalau kita ingin mekarkan Framu ini menajadi distrik kita harus terlebih dahulu berbicara data base (Jumlah penduduk) sehingga apa yang menjadi cita cita kita kedepan bisa tercapai bukan malah jalan ditempat,” terang Nando Solossa.

Lanjut Nando Solossa, berbicara harga diri orang Maybrat sangat tinggi, oleh karena itu kata dia, untuk mendasari harga diri tersebut kita harus disiplin dan mari kita bangun tanah ini dengan hal hal yang positif dengan satu kesatuan dalam marga tersebut.

“Dalam konsep pemerintahan tidak cukup dengan rasa semangat tetapi juga harus didukung dengan administrasi, sehingga ketika kita mendiskusikan sesuatu hal tidak setengah setengah, contoh tadi kita sudah dengar untuk pemindahan kantor Kampung Framu dan Dusun persiapan berarti kita juga harus persiapan anggaran untuk mendukung kelanjutan rencana tersebut,” tutup Nando Solossa.

Reporter : Ones
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

2 thoughts on “Empat Marga Kampung Framu Gelar Musyawarah Tanah Adat dan Pemerintahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *