Empat Elemen Organisasi Mahasiswa Peduli Sinabung Ditengah Pandemi Covid-19

oleh -192 views
Aksi Empat elemen organisasi mahasiswa adakan gerakan "Peduli Sinabung" saat menyerahkan bantuan ke masyarakat di Desa Ndesekati Kecamatan Naman Kabupaten Karo Sumatrta Utara Kamis (10/09) lalu.(Foto : M. Habil Syah/SI).

DELI SERDANG, Sabtu, (12/09/2020) suaraindonesia-news.com – Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia, bencana alam pun mengiringi suasana duka di Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara, dimana Gunung Sinabung yang masih aktif kembali mengeluarkan lahar panasnya, hingga efeknya pun menambah kesusahan bagi masyarakat yang berdomisili disekitar Gunung Sinabung di Desa Ndesekati Kecamatan Naman Kabupaten Karo Sumatrta Utara.

Dengan rentetan bencana yang dihadapin masyarakat tersebut, Empat elemen organisasi mahasiswa diantaranya Fokusmaker (Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan) Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, GMDS (Gerakan Mahasiswa Deli Serdang) dan BEM STAIS (Badan Eksekutive Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang) Kecamatan Lubuk Pakam dan IRMB (Ikatan Remaja Masjid Babul Taqwa) Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang adakan gerakan “Peduli Sinabung”.

Gerakan Peduli Sinabung ini dibuat hampir seminggu dimulai dari Rabu (02/09) hingga Minggu (06/09), selain diperoleh dari donatur dan sponsor, Empat elemen mahasiswa ini turun kejalan dengan membuka kotak amal dan membuat acara ngamen guna mengumpulkan pundi-pundi amal yang dikutip dari masyarakat di seputaran Jalan Medan-Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, yang donasinya secara langsung diserahkan kemasyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung.tepatnya di Desa Ndesekati Kabupaten Karo, Kamis (10/09).

Terlihat dalam kegiatan ini berjalan sangat hangat di sambut warga desa ndesekati dan juga ceria anak-anak di desa itu.

Agus Riswandi selaku ketua GMDS, ketika ditemui wartawan di cafe Uncle Sam Kecamatan Lubuk Pakam , Sabtu (12/09), menanggapi kegiatan Peduli Sinabung itu mengatakan bahwa kegiatan ini demi menunjukan rasa kepedulian rasa persaudaraan sesama manusia dan juga untuk menjalin silaturahim, mengingat betapa masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung sangat membutuhkan uluran tangan kita.

“Paling tidak bisa mengurangi beban saudara-saudara kita yang terkena dampak Sinabung di tengah masa pandemi seperti ini,” ujarnya.

Melihat bagaimana Desa Ndesekati termasuk salah satu desa yang paling terkena dampak dari erupsi gunung yang terkenal aktif ini, efeknya pun lahan pertanian berhektar-hektar tanaman mati akibat debu dan abu vulkanik Gunung Sinabung tersebut.

“Dimasa pandemi seperti ini dan di tambah musibah erupsi gunung Sinabung, tentunya pun berimbah didunia pendidikan anak-anak khususnya di Kabupaten Karo sangat tertinggal. Maka kami, sebagai elemen mahasiswa dan pemuda hadir untuk membangkitkan semangat dan mengingatkan kepada masyarakat luas dan pemerintah, betapa pentingnya dunia pendidikan ini bagi anak-anak,” tambah pria yang menjabat sebagai Sekretaris Fokusmaker Lubuk Pakam, yang diamini Gilang selaku Korlap Peduli Sinabung.

Sementara itu diwaktu yang sama Presma STAIS Lubuk Pakam Sugeng menambahkan, bahwa kegiatan ini dilakukan atas dasar hati nurani para mahasiswa dan pemuda yang ikut andil dalam aksi ini.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan ketika memberi bantuan di Sinabung kepada anak-anak korban erupsi, seperti edukasi kreatif, bercerita kisah inspirasi, dan metode pembelajaran serta beberapa hadiah penyemangat untuk anak-anak tersebut.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *