‎E-Pindah, Inovasi Digital DKPP Sumenep untuk Permudah Layanan Penyuluhan Pertanian - Suara Indonesia
BeritaPemerintahan

‎E-Pindah, Inovasi Digital DKPP Sumenep untuk Permudah Layanan Penyuluhan Pertanian

×

‎E-Pindah, Inovasi Digital DKPP Sumenep untuk Permudah Layanan Penyuluhan Pertanian

Sebarkan artikel ini
IMG 20250721 183227
‎Foto : Sosialisasi aplikasi E-Pindah yang dilaksanakan oleh DKPP Sumenep.

‎SUMENEP, Rabu (21/07) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluncurkan inovasi digital bertajuk “E-Pindah” sebagai upaya mempercepat dan mempermudah akses layanan penyuluhan bagi para petani di wilayahnya.

Aplikasi ini diharapkan menjadi terobosan dalam modernisasi sistem pelayanan sektor pertanian di tengah tantangan birokrasi dan keterbatasan geografis.

‎Aplikasi berbasis daring tersebut diperkenalkan secara resmi dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Pertemuan Sahabat Tani pada Selasa, 15 Juli 2025.

‎Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi transformasi digital DKPP dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian melalui pelayanan yang responsif dan transparan.

‎Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa selama ini proses pengajuan permintaan penyuluhan dari petani masih dilakukan secara manual, yang dinilai kurang efisien dan kerap menimbulkan hambatan teknis maupun administratif.

‎”Melalui E-Pindah, para petani kini dapat menyampaikan usulan penyuluhan secara online kapan saja dan di mana saja. Ini merupakan langkah signifikan dalam memangkas proses birokrasi dan mempercepat respons penyuluh terhadap kebutuhan di lapangan,” ujar Chainur, yang akrab disapa Inung, saat dikonfirmasi pada Jumat (18/7/2025).

‎Ia menjelaskan, E-Pindah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi antara petani dan penyuluh, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam sistem monitoring dan evaluasi kinerja penyuluhan secara menyeluruh.

‎”Setiap interaksi dan usulan yang tercatat dalam sistem ini dapat dianalisis untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penyuluh dalam merespons kebutuhan petani. Dengan demikian, kami bisa mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas pelayanan secara merata,” paparnya.

‎Menurut Inung, aplikasi ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis yang selama ini menjadi kendala bagi petani di wilayah-wilayah terpencil dalam mengakses layanan penyuluhan.

‎Selain itu, sistem ini juga memberikan transparansi dalam pengelolaan usulan dan alur kerja penyuluhan.

‎“Semua data terekam secara digital dan dapat dimanfaatkan untuk merancang kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Ini sekaligus meningkatkan akuntabilitas penyuluh dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.

‎Ia berkomitmen untuk memastikan pemanfaatan E-Pindah berjalan optimal.

‎Langkah konkret yang diambil antara lain melalui pelatihan berkelanjutan bagi petani dan penyuluh agar mereka mampu memanfaatkan seluruh fitur aplikasi secara maksimal.

‎“Kami ingin memastikan bahwa aplikasi ini tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi benar-benar memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi ketahanan pangan daerah,” ujar Inung.

‎Dengan penerapan E-Pindah, pihaknya berharap transformasi digital di sektor pertanian Sumenep terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan petani serta keberlanjutan pembangunan pertanian lokal.