BLORA, Selasa (27/01) suaraindonesia-news.com – Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Kiswoyo, digitalisasi layanan parkir tersebut mencatatkan kenaikan PAD hingga 800 persen dan menjadi proyek percontohan digitalisasi sektor perparkiran di daerah tersebut.
Kiswoyo mengungkapkan, perbedaan pendapatan antara sistem parkir manual dan sistem digital sangat mencolok. Berdasarkan data yang dihimpun, selama penerapan sistem manual pada Januari hingga Juni 2025, pendapatan parkir hanya mencapai rata-rata Rp1,1 juta per hari atau total sekitar Rp200,2 juta dalam enam bulan.
Sementara itu, setelah diberlakukan sistem e-parkir pada Juli hingga Desember 2025, pendapatan melonjak menjadi rata-rata Rp10 juta per hari dengan total capaian Rp1,76 miliar dalam enam bulan. Secara keseluruhan, total PAD dari sektor parkir Pasar Sido Makmur sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.962.658.000.
“Capaian ini sudah melampaui target awal yang kami tetapkan di kisaran Rp7 juta hingga Rp8 juta per hari. Transisi digital ini menjadi langkah nyata untuk mengakhiri persoalan klasik dalam pengelolaan parkir manual,” ujar Kiswoyo.
Ia menambahkan, penerapan sistem elektronik tersebut bukan sekadar mengikuti tren, melainkan merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui dashboard daring, data kendaraan dapat dipantau secara real-time, sementara seluruh pendapatan disetorkan secara bruto langsung ke kas daerah.
“Langkah ini efektif untuk meminimalkan risiko pungutan liar dan kebocoran anggaran yang selama ini sering menjadi keluhan di lapangan,” katanya.
Menjawab berbagai dinamika dan kendala teknis di lapangan, seperti pemadaman listrik dan antrean kendaraan, Kiswoyo menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya penyediaan genset cadangan untuk mengatasi gangguan listrik, penambahan pintu keluar guna mengurai antrean panjang, serta rencana penerapan pintu khusus kendaraan roda dua dengan sistem pembayaran non-tunai mandiri pada tahun ini.
Dari sisi sosial, Kiswoyo memastikan kebijakan digitalisasi parkir tidak mematikan mata pencaharian warga lokal. Para juru parkir yang sebelumnya bekerja secara manual tetap diberdayakan melalui pelatihan khusus agar mampu mengoperasikan sistem digital yang diterapkan.
Keberhasilan penerapan e-parkir di Pasar Sido Makmur ini menjadi pijakan awal bagi pengembangan sistem serupa di wilayah lain. Kiswoyo memproyeksikan digitalisasi parkir akan diperluas ke tiga pasar rakyat lainnya di Kabupaten Blora dalam waktu dekat.
Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar sistem parkir elektronik tersebut dapat berjalan optimal dan seluruh kontribusi pendapatan benar-benar masuk ke kas daerah untuk mendukung pembangunan Blora yang lebih modern.












