Dulsamson: Bima Arya Bermodalkan Pencitraan

oleh -34 Dilihat
Dulsamso (Pakai Peci) dan Bima Arya Wali Kota Bogor

Bogor, Suara Indonesia-News.Com – Ketua umum Ormas Benteng Pajajaran Dul Samson, SH, MH menilai langkah yang dilakukan walikota Bogor Bima Arya nyaris tak berarti apa apa bagi warga kota Bogor. Bahkan Samson menilai kinerja walikota Bima hamper  gagal karena lebih condong mencontek pola pemerintahan kepala daerah lain.

“Apa yang dilakukan Bima gagal total dan Bima arya salah pilih mengejar jabatan walikota. Dia hanya pandai dalam Pencitraan . Saya rasa belum pas untuk pimpin Bogor. Mundur aja deh”, kata Dulsamson dalam perbincangan dengan wartawan kemarin.

Pria paling vocal mengkritisi birokrat ini memperkirakan jabatan Bima Arya sebagai walikota tidak akan  mampu bertahan sampai Lima (5) Tahun. Karena masyarakat Bogor sudah ambil ancang ancang untuk mengegeret dan menurunkan politisi PAN ini sebagai walikota. “Habis apa lagi apa yang bisa kita pertahankan. Pola pemerintahan yang dilakukan sangat minus dan hanya pandai mengkritik pendahulunya tak lebih dari itu”, kata Dulsamson.

Tapi kata Dulsamson, kalau membuat wacana murahan ketua umum Benteng Pajajaran ini mengacungkan jempol itu pun tidak realistis. Sebut saja tutur Dulsamson, Bima Arya membuat wacana pemindahan Balikota dan kantor Walikota akan dijadikan cagar budaya. Wacana ini kata Dulsamson tidak didukung oleh sebuah perencanaan yang relistis asal ngacablak. Pemindahan itu hanya beralasan mencegah kemacetan.

Maka tak heran hampir semua  SKPD mengeluarkan teriakan menolak termasuk Sekdakot dan Katua Bappeda itu sendiri. Oleh karena itu, Ketua umum Ormas Benteng Pajajaran mendesak sebaiknya walikota Bogor Bima Arya mengundurkan diri sebelum warga Bogor bereaksi mendesak mundur dari jabatan.

Untuk diketahui kata Samsosn, warga Bogor tinggal pencet knop untuk mengumpulkan tanda tangan mosi tak percaya. Hampir semua warga Bogor di enam kecamatan sudah tak tahan lagi menunggu perubahan yang di dengung dengungkan dan hal itu tak kunjung tiba dan yang ada warga lebih condong menurunkan walikotanya ketimbang menunggu perubahan hanya pemanis.”Secara jujur belum waktunya Bima pimpin Bogor dan politisi pimpin Bogor baru kali ini. Hasilnya pun tak mengembirakan, ”tutur Dulsamson. (Iran G Hasibuan).

Tinggalkan Balasan