BeritaPolitik

Dukungan Barisan Santri Ngereng Keae untuk Paslon Faham Kian Menguat Menjelang Pilkada Sumenep

×

Dukungan Barisan Santri Ngereng Keae untuk Paslon Faham Kian Menguat Menjelang Pilkada Sumenep

Sebarkan artikel ini
IMG 20241103 121034
Foto: Kelompok Barisan Santri Ngereng Keae foto bersama dengan Pasangan FAHAM usai secara resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan ini. Deklarasi dukungan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Barisan Santri Ngereng Abd Halim Keae, Abd Halim, Pada Minggu (3/11/2024), di Hotel El Malik.

SUMENEP, Minggu (3/11) suaraindonesia-news.com – Dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan KH Imam Hasyim, atau yang dikenal dengan sebutan Paslon Faham, semakin menguat menjelang Pilkada 2024.

Pada Minggu (3/11/2024), di Hotel El Malik, kelompok Barisan Santri Ngereng Keae secara resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan ini. Deklarasi dukungan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Barisan Santri Ngereng Keae, Abd Halim, yang menegaskan bahwa pasangan Faham merupakan pilihan tepat untuk kepemimpinan Sumenep.

Abd Halim menjelaskan bahwa Achmad Fauzi dan KH Imam Hasyim memiliki pengalaman yang matang di dunia politik dan pemerintahan. Achmad Fauzi dikenal berpengalaman sebagai Bupati, sementara KH Imam Hasyim sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sumenep. Kombinasi ini, menurutnya, menjadikan mereka pasangan yang siap memimpin dengan kompetensi dan keahlian.

Nur Faizin, Pembina Santri Ngereng Keae dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, menambahkan bahwa keputusan mendukung pasangan Faham didasarkan pada dua faktor utama. Pertama, keberhasilan kepemimpinan Achmad Fauzi, dan kedua adalah konsistensi KH Imam Hasyim dalam berjuang bersama PKB.

“Barisan Santri Ngereng Keae berkomitmen untuk mendukung calon yang didukung oleh PKB, sebagai cerminan politik kultural yang kami yakini,” ujar Nur Faizin.

Dengan deklarasi ini, pasangan Faham semakin mendapatkan dukungan kuat dari kalangan pesantren dan komunitas santri, yang berharap pasangan ini dapat melanjutkan pembangunan di Sumenep dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai kultural dan kebutuhan masyarakat setempat.