BeritaEkonomiPemerintahan

Dukung Swasembada Pangan, Kemendes PDTT Luncurkan Program GeMAR di Blora

×

Dukung Swasembada Pangan, Kemendes PDTT Luncurkan Program GeMAR di Blora

Sebarkan artikel ini
IMG 20250725 110726
FOTO: Mentri Desa PDT, H. Yandri Susanto, dan Bupati Blora, H. Arief Rohman, beserta jajaran dan staf, saat menghadiri acara launching Program GeMAR di Desa Pelem, Kec. Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

BLORA, Jumat (25/07) suaraindonesia-news.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan Program Gerakan Menanam Anti Rugi (GeMAR) di Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, pada Kamis (24/07/2025). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan petani milenial dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendes PDTT dan PT Agro Nusantara Tani Milenial (ANTaM), perusahaan berbasis petani muda. Program ini akan dikembangkan melalui BUMDes, BUMDESMA, dan BUMDes Bersama LKD sebagai bagian dari upaya nasional mewujudkan swasembada pangan.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyampaikan apresiasi atas peluncuran GeMAR di wilayahnya dan menilai inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian.

“Kami menyambut baik program GeMAR, terlebih karena ini digagas oleh anak-anak muda yang inovatif dan didukung penuh oleh Kemendes. Kami siap mendorong peran aktif BUMDes dan koperasi desa agar petani tidak lagi khawatir akan kerugian, bahkan saat gagal panen,” ujar Bupati Arief.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jateng, menegaskan pentingnya peran desa sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

“Program ini sejalan dengan RPJMD Jawa Tengah yang menempatkan provinsi ini sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kami berharap GeMAR dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani milenial,” katanya.

Direktur PT ANTaM, Andi Restu Wibowo, mengungkapkan bahwa GeMAR lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya jumlah petani muda dan minimnya perlindungan terhadap kerugian akibat gagal panen.

“Mayoritas petani kini berusia di atas 40 tahun. Banyak yang belum mampu menghitung biaya tanam secara akurat. Jika panen gagal, mereka terpaksa berutang. Dengan GeMAR, kami hadir untuk memberi kepastian perlindungan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Blora dipilih sebagai lokasi pertama peluncuran nasional karena pemerintah daerah dinilai responsif terhadap inovasi pertanian.

Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT, H. Yandri Susanto, menilai GeMAR sebagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa dan akan menjadi salah satu program unggulan nasional Kemendes.

“Ini adalah bentuk perlindungan bagi petani secara lahir dan batin. Kami akan mendorong program ini ke seluruh Indonesia, agar petani dari hulu ke hilir mendapatkan pendampingan – mulai dari pembibitan, pemupukan, pembiayaan, hingga distribusi. Jika kualitas hasil panen baik, akan kami dorong untuk ekspor,” jelas Menteri Yandri.

Acara peluncuran ditutup dengan penanaman bibit jagung secara simbolis. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, jajaran Direktorat Jenderal Kemendes, Staf Khusus Menteri, perwakilan Komisi V DPR RI, Bupati Sragen, Wakil Bupati Boyolali, Wakil Bupati Blora, Dandim 0721/Blora, Kabag Log Polres Blora, Kepala Dinas PMD se-Jawa Tengah, camat se-Kabupaten Blora, ratusan pengelola BUMDes, serta petani dari berbagai daerah.