Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Blora Resmikan 24 Kolam Bioflok Lele di KKMP Kunden - Suara Indonesia
BeritaNewsPemerintahan

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Blora Resmikan 24 Kolam Bioflok Lele di KKMP Kunden

Avatar of admin
×

Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Blora Resmikan 24 Kolam Bioflok Lele di KKMP Kunden

Sebarkan artikel ini
IMG 20260210 221620
FOTO: Bupati Blora, H. Arief Rohman, saat meresmikan unit usaha bioflok ikan lele milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Blora.

BLORA, Selasa (10/02) suaraindonesia-news.com – Upaya penguatan ekonomi lokal sekaligus ketahanan pangan di Kabupaten Blora terus dilakukan. Salah satunya melalui peresmian unit usaha budidaya ikan lele sistem bioflok milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Selasa (10/2/2026).

Unit usaha budidaya lele yang berlokasi di Jalan Agil Kusumadya tersebut telah beroperasi meskipun pembangunan gedung koperasi masih dalam proses perizinan. Program budidaya ini merupakan bantuan dari Program Budidaya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dengan nilai anggaran mencapai Rp600 juta.

Peresmian ditandai dengan pelepasan sebanyak 60.000 benih ikan lele oleh Bupati Arief Rohman bersama perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI. Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat.

Menurutnya, bantuan tersebut mencakup seluruh sarana dan prasarana budidaya, mulai dari 24 kolam bak bioflok, sistem kelistrikan, hingga pelatihan sumber daya manusia bagi pengelola.

“Kami berharap budidaya ini dapat bermanfaat dalam mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden serta memberdayakan perekonomian warga sekitar,” ujar Rohmah.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Bayu Romadhona, mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora menjadi penerima bantuan budidaya ikan terbanyak di wilayah eks-Karesidenan Pati, dengan total empat lokasi.

Namun demikian, Bayu mengingatkan adanya tantangan terkait kualitas air di wilayah Blora. Ia menjelaskan bahwa air di Blora memiliki tingkat Total Dissolved Solids (TDS) yang cukup tinggi, yakni mencapai 900 ppm, sementara kondisi ideal bagi pertumbuhan ikan berada di bawah 300 ppm.

“Kunci keberhasilan budidaya ini terletak pada manajemen air. Air harus diendapkan terlebih dahulu sebelum dialirkan ke kolam,” jelas Bayu.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 3M, yakni Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir, agar investasi besar yang bersumber dari APBN tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa hasil budidaya lele dari KKMP Kunden ke depan akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah Kabupaten Blora bahkan berencana menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) guna memastikan potensi lokal dapat terserap secara maksimal oleh SPPG.

“Kami ingin hasil pertanian dan peternakan kita, termasuk lele dari Kunden ini, terserap untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika ini berhasil, akan kita kembangkan ke desa-desa lain,” tegas Bupati.

Terkait status lahan yang masih berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Bupati menyatakan komitmennya untuk segera melakukan koordinasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan, sehingga pembangunan gedung KKMP Kunden dapat dilanjutkan.

Tinggalkan Balasan