Dugaan Pungli di Disdukcapil Sumenep

oleh -51 Dilihat
Kantor Disdukcapil Sumenep

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Pungutan Liar (Pungli), memang kerap kali terjadi dimana-mana, seperti halnya dugaan pungli yang terjadi di lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kuat dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat Disdukcapil

Berdasarkan informasi yang di himpun suara indonesia, dugaan pungli tersebut berkaitan dengan rapel kenaikan honor untuk petugas operator di Disdukcapil dan petugas regester desa (Redes).

Sementara kenaikan honor petugas operator berkisar 150.000 dan petugas redes 100.000 perbulannya, selama 9 bulan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu petugas operator disdukcapil yang tidak bersedia di cantumkan namanya menyampaikan, bahwa dirinya dimintai sumbangan sebesar 100.000 dan itu berlaku untuk semua teman-teman operator yang lain termasuk petugas redes, hanya yang saya dengar untuk redes dimintai 50.000 per orang. Terangnya.

“ia betul mas, saya dimintai sumbangan sebesar 100.000, katanya untuk tasyakkuran, tapi anehnya tasyakkurannya kok hanya untuk segelintir orang sementara kami sumbangan 100.000 per orang”.

Seperti yang diketahui, jumlah operator yang ada di disdukcapil sebanyak 40 petugas, redes 370 dan petugas siak 27 orang.

Dugaan pungli berfariasi dari 50.000 hingga 100.000 per orang, dimana petugas operator 100.000 per orang sementara petugas redes dan siak 50.0000.

Mohammad Zaini, Kasubag Perencanaan dan Program disdukcspil, ketika ditemui diruang kerjanya, tidak membenarkan terjadinya pungli dilingkungannya, karena menurutnya, rapelan tunjangan kenaikan honor diberikan se suai jumlah yang seharusnya mereka terima.

“tidak benar mas kalau di di disdukcapil terjadi pungli, karena kami sudah memberikan rapelan tunjangan kenaikan honor diberikan se suai jumlah yang seharusnya mereka terima. Tegas zaini.

Sementara, sekretaris disdukcapil Drs. Fajar Ansyari ketika di konfirmasi di ruangannya terkait dugan pungli di lingkungan kerjanya menyampaikan, bahwa sanya dugaan pungli itu tidak benar, kalau tasyakkuran ada. Jelas Fajar.

“tidak benar informasi adanya pungli yang terjadi di disdukcapil tapi kalau tasyakkuran teman-teman operator dan redes memang ada, karena saya sempat di bawai keruangan saya dan saya sempat tanyak, ternyata selamatan teman-teman, paparnya. (zai/lis).

Tinggalkan Balasan