Dugaan Kasus Pengadaan Gedung Dinkes Sumenep, Akhirnya Sampai Dimeja Kejari

oleh -59 views
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Oscar S Setjo.

SUMENEP, Selasa (4/2/2020) suaraindonesia-news.com – Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada akhirnya sampai juga di meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jumat (31/1).

Pengakuan dari Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan, pihaknya sudah menerima semua laporan berkas terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan gedung Dinkes.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Oscar S Setjo, mengatakan sebelumnya, dengan adanya ketetapan sebagai tersangka, berkas kasus dugaan Tipikor pengadaan gedung Dinkes segera dikirim ke Kejari Sumenep.

“Untuk terlapor memang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ini perlu waktu karena berkasnya cukup banyak, dan saya pastikan seluruh penyidikan kita sudah lengkap. Dan cukup menyita perhatian kita, satu berkas saja sampai dua jengkal, namun akan segera masuk ke Kejari,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, Senin (3/2).

Lanjut Oscar, ia mengakui, dalam proses penahan tersangka terkait pengadaan gedung Dinkes tidak dilakukan harus serta merta, karena kasus tersebut masuk kategori skala besar, kasus ini menjadi perhatian juga, karena sudah terjadi sejak tahun 2015.

“Tidak serta merta seluruh tindak pidana itu dilakukan penahanan, karena ini wewenang penyidik,” jelasnya.

Sementara, Kasi Intel Kejari Sumenep, Novan, menyampaikan, dengan adanya berkas yang masuk ke meja Kejari Sumenep. Ia akan secepatnya akan mempelajari dan segera dikembangan.

“Masih kami teliti formil dan materilnya, kalau sudah lengkap kami konfirmasi lagi ke Polres. Setelah di teliti apakah ada keterkaitan dengan pihak lainnya, atau ada pengembangan tersangka lain,” jelasnya pada media ini, Selasa (4/2).

Sebelum kode P21 nantinya dikeluarkan, ia memastikan akan mempelajarinya kasus tersebut membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui keseluruhan.

“Untuk yang menangani kasus ini adalah Kasi Pidana Khusus (Pidsus). Kami dikasih waktu 14 hari untuk meneliti berkas ini,” ungkanya.

Tambah Novan, untuk proses penetapan tersangka sementara menunggu hasil penelitian berkas yang dikirim oleh Polres Sumenep.

“Untuk tersangkanya akan kami konfirmasi lagi, soalnya berkasnya ada dua, untuk Kejari dan Pengadilan Negeri. Kalau dari polres ini kan belum ditahan, karena ini belum tahap dua. Kalau sudah lengkap P21, sidangnya nanti di Tipikor Surabaya,” katanya.

Rentan waktu 14 hari untuk kedepan, ia memastikan akan memaksimalkan pengkajian berkas yang sudah dikirim oleh Polres Sumenep, hal tersebut sebelum dikeluarkan kode P21.

“14 hari itu sudah maksimal, kalau belum lengkap kita kembalikan dulu ke Polres, kecuali sudah lengkap beserta saksi, tersangka, dan dokumen, baru bisa P21,” tandasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *