Duda Tiga Istri Dibekuk Polisi, Cabuli Anak Dibawah Umur

oleh
MKS tersangka pencabulan terhadap seorang gadis di bawah umur, saat didampingi Kanit PPA Polres Aceh Timur sedang menjalani pemeriksaan di ruang Kasat Reskrim, foto direkam/Rusdi Hanafiah

Idi Rayeuk, Suara Indonesia-News.Com – MKS,22. duda tiga isteri, warga Sampoenib Aceh Utara, terpaksa bermalam di sel Mapolres Aceh Timur, setelah dirinya ‘menggasak’ seorang gadis di bawah umur sebut saja namanya Mawar,16. warga Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, Sik.MH, melalui Kasat Reskrimnya Iptu Budi Nasuha Waruwu, kepada Rakyat Aceh di ruang kerjanya mengatakan, tersangka dibekuk keluarga korban atas sangkaan pencabulan anak mereka.

“Tersangka ditangkap keluarga korban di kawasan Desa Paya Unoe Ranto Peureulak kemudian diserahkan ke kita untuk diproses hokum. Tersangka kita amankan di Mapolres Aceh Timur, dan telah kita periksa. Karena kasus ini melibatkan gadis bawah umur, ditanggani pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Aceh Timur, “ jelas Kasat Reskrim.

Menurut pengakuan tersangka kepada Polisi dan Wartawan, dirinya duda kawin tiga kali dan telah bercerai. Tersangka  kenal dengan Bunga (korban) selama satu bulan, kenalan panggilan nyasar di HP nya. Perkenalan berlanjut dengan bunga lewat jaringan social media, Facebook.

“Lewat FB lah kami saling kenal melalui foto. Tak lama kemudian saya berjanji menikahinya dengan cara kawin lari. Lalu pada hari raya kedua Idul Adha, saya dari  Aceh Utara, menjemput Bunga kerumahnya  di Aceh Timur menumpang bus penumpang umum. Bunga saya ajak ke Sigli menggunakan bus, “ ujar tersangka.

Sesampai di Sigli pukul 17.00 sore, kata tersangka MKS, malam itu dirinya bersama Bunga menginap diruang tamu rumah temannya.

“Malam itulah saya pertama kali berhubungan dengan Bunga. Empat malam di Sigli, kemudian Bunga dibawa ke Langsa menginap satu malam dirumah family. Malam kelima saya menginap di Paya Unoe Ranto Peureulak, “ kata tersangka didepan Kasat Reskrim Mapolres Aceh Timur. Selama perjalanan inilah dia terus menggauli korban.

“Tersangka dapat dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 pasal 81- 82. Sementara korban masih mendapat perawatan Medis karena kondisi lemah.“ pungkas Kasat Reskrim.

Reporter: Rusdi Hanafiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *