Dua Residivis Isap Sabu Ketangkap, Satunya Ojol

oleh
Dua pemakai sabu, satunya profesi ojol grab (kanan).

LUMAJANG, Jumat (21/2/2020) suaraindonesia-news.com – Lumajang bisa dikatakan darurat narkoba, kali ini ditangkap lagi dua residivis, saat isap sabu ditempat tinggalnya.

Berdasarkan keterangan Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, pada tanggal 17 Pebruari lalu, ditangkap atas nama Mohamad Kholil (34), pekerjaan ojol grab, warga Dusun Rejo Agung RT/RW:02/01, Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Lumajang.

“Dia ditangkap di kamar no 13 home stay “Nizar” jalan Juanda, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang,” urai Kapolres kepada sejumlah media massa.

Kholil ini, kata Kapolres sering menggunakan sabu sejak bulan Desember. Dia beli sabu sudah tiga kali, yang pertama senilai Rp. 200 ribu, kedua Rp. 200 ribu dan ketiga dibeli agak beda sedikit yaitu Rp. 300 ribu.

“Dari informasinya barang tersebut dibeli dari Nanang, teman sewaktu di LP dulu,” jelas mantan Kapolresta Blitar ini.

Penuturan dari Kholik dirinya kerja di pabrik kayu. Dia menggunakan sabu agar tidak mengantuk saat berkerja sebagai tukang ojol pada malam harinya.

Selain Kholil, diungkapkan Kasat Narkoba Polres Lumajang, AKP Ernowo, satu lagi yang ketangkap adalah Saki bin Neto (42), warga Dusun Karang Tengah RT/RW : 03/01, Desa Tegalciut, Kecamatan Klakah, Lumajang.

“Saki ini memakai sabu karena ada masalah,” ungkap AKP Ernowo.

Dia diduga pengedar, yang menurut AKP Ernowo ditangkap tanggal 19 Pebruari lalu. Dia juga pernah ditangkap kasus 365.

Saki ini, kata AKP Ernowo, beli barang haram tersebut di daerah Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung dari orang bernama Rudi, warga Madura yang tinggal di Surabaya.

“Lebih tepatnya dia beli tempat sabung ayam, wilayah Klakah, dia juga residivis begal,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *