Dua Bocah “Menderita Leukemia” Butuh Bantuan Pemerintah Aceh

oleh -18 views
Walidin,14. dan Nursakdah,12. menderita penyakit leukemia, berharap pemerintah aceh bisa meringankan pembiayaan kesehatan mereka untuk berobat

Aceh Timur, Suara Indonesia-News.Com – Walidin, 14 tahun dan Nursakdah, 12 tahun, dua bocah menderita penyakit leukemia sangat membutuhkan bantuan. Ditemui Reporter “suaraindonesia-news.com” kondisi kedua bocah ini sangat memprihatinkan, Kamis (2/10).

Tubuh, wajah dan matanya menguning, Perutnya lebih besar dari tubuhnya, Rambutnya rontok dan kurus. Walidin dan Sakdah adalah anak dari pasangan Zuraida dan Zulkifli warga Desa Kapai Baro, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.

Zuraida mengatakan sejak umur lima tahun kedua anaknya ini sudah sering sakit-sakitan dengan kondisi tubuh yang seperti itu.

“Saya tidak tau penyakit apa yang diderita kedua anak saya,” ungkap Zuraida, kepada media ini.

Zuraida menjelaskan karena kondisi kedua anaknya itu semakin parah, maka pada bulan Juni 2014 lalu, Walidin dan Nursakdah dibawa ke Puskesma, kemudian dirujuk ke rumah sakit Graha Bunda Aceh Timur.

Setelah menjalani pemeriksaan medik kemudian diketahui bahwa kedua anaknya menderita penyakit leukemia atau penyakit kangker darah.

Pihak rumah sakit kemudian merujuk kakak beradik ini segera dibawa ke rumah sakit Zainol Abidin, Banda Aceh, untuk menjalani pengobatan dan perawatan penyakit leukemia.

Sejak diketahui menderita leukemia empat bulan lalu, hanya dua kali Walidin dan Nursakdah menjalani pengobatan dan transfusi darah.

Walidin mendapat transfusi 7 kantung darah dan Nursakdah mendapat transfusi 5 kantung darah.  Setelah itu, kakak beradik ini tidak pernah lagi menjalani pengobatan karena tidak ada biaya untuk transport pergi ke rumah sakit di Banda Aceh.

Padahal  sebelum pulang ke Aceh Timur, dokter menganjurkan agar keduanya rutin melakukan transfusi darah setiap bulan.

“ini seperti mengisi minyak bensin di sepeda motor, kalau tidak diisi ya tidak bisa hidup,” ucap Zuriada, mengulang ucapan dokter.

Zuraida mengungkapkan sudah dua bulan ini, Walidin dan Nursakdah tidak pergi ke rumah sakit untuk menjalani transfusi darah, karena tidak ada uang untuk ongkos pergi ke Banda Aceh.

“Tidak ada lagi yang bisa dijual,” ungkap Zuraida.

Sementara untuk makan sehari-hari saja mereka bergantung pada upah sebagai buruh serabutan.

Zuraida mengaku sudah beberapa kali datang ke kantor Bupati Aceh Timur minta bantuan untuk ongkos pergi ke rumah sakit Banda Aceh. Namun sampai saat ini tidak ada hasilnya.

“Saya malu sudah beberapa kali datang tidak bertemu bupati dan tidak ada bantuan. Lagi pula tidak ada uang untuk ongkos pergi ke sana lagi,” ucap Zuarida.

Walidin dan Nursakdah mengatakan sangat berharap bisa kembali menjalani pengobatan dan transfusi darah di rumah sakit Banda Aceh. Nursakdah mengaku setelah mendapatkan transfusi darah tubuhnya terasa segar tidak sakit lagi dan bisa tidur enak.

“Saat ini tubuh lemas dan sakit, “ ungkap Nursakdah.

Ia berharap ada bantuan transport agar bisa ke rumah sakit di Banda Aceh untuk menjalani pengobatan, harap Nursakdah, bocah 12 tahun yang menderita penyakit leukimia.

Reporter Daerah Aceh : Rusdi Hanafiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *