BALIKPAPAN, Selasa (10/2) suaraindonesia-news.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Timur periode 2026-2031 resmi memulai masa baktinya, setelah prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Selasa, (10/2).
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Saiful Huda, yang hadir mewakili Ketua Umum Muhaimin Iskandar. Acara ini menjadi momentum strategis bagi PKB di Kaltim karena dirangkai dengan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran elit DPP PKB, anggota DPRD lintas tingkatan, Bupati Paser Fahmi Fadli, Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, serta seluruh Ketua DPC PKB se-Kaltim.
Tak hanya internal partai, hadir pula Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta dua anggota legislatif Kaltim, Abdulloh, dari Partai Golkar dan Sigit Wibowo dari PAN sebagai tamu undangan.
Pengukuhan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan dan penyerahan panji kebesaran partai kepada Safruddin selaku Ketua DPW PKB Kaltim terpilih.
Dalam sambutannya, Safruddin yang juga merupakan Anggota DPR RI dapil Kaltim, menekankan transformasi pola pikir bagi seluruh kadernya.
“Tugas politisi memang memenangkan pemilu, namun tugas negarawan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kita harus mengubah mindset masyarakat, bahwa pemimpin itu adalah pelayan rakyat, bukan untuk dilayani,” tegas Safruddin.
Menuju Pemilu 2029, Safruddin mengingatkan instruksi Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, agar seluruh kader menjadi “Pejuang Politik”, bukan sekadar “Pekerja Politik”.
“Perbedaannya terletak pada konsistensi, pejuang politik bekerja setiap saat untuk rakyat, sementara pekerja politik hanya muncul menjelang pemilu,” ucapnya.
Di hadapan para pengurus, Safruddin memberikan catatan tebal mengenai angka kemiskinan di Kalimantan Timur yang masih menyentuh angka 202 ribu jiwa pada tahun 2025. Ia menilai ada ketimpangan antara kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Kaltim dengan tingkat ekonomi riil masyarakat.
“Kekayaan SDA kita belum berbanding lurus dengan kemakmuran warga. Tugas besar PKB ke depan adalah memastikan kebijakan politik memberikan efek positif langsung bagi kehidupan rakyat. Kita harus memangkas jarak dengan masyarakat dan menjadi jawaban atas persoalan mereka,” tambahnya.
Senada dengan itu, Saiful Huda dari DPP PKB menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Di tengah gejolak ekonomi global dan perubahan iklim, ia menuntut PKB hadir sebagai kekuatan politik yang menentukan arah perubahan, bukan sekadar pelengkap atau peserta pemilu biasa.
“PKB adalah solusi bangsa. Kita membutuhkan kader yang berani berpikir melampaui pemilu. Visi kita jangka panjang, tapi langkah kita harus konkret di lapangan. Struktur partai harus hidup hingga tingkat bawah untuk menjemput kemenangan melalui pengabdian,” ujar Saiful.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin manajemen organisasi agar mesin partai tetap panas setiap saat, bukan hanya saat kontestasi. Dengan pengukuhan ini, DPW PKB Kaltim berkomitmen memperkuat sinergi antara legislatif di tingkat pusat dan daerah guna mengawal aspirasi masyarakat Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat.












