DPRK Bahas Pertikaian Warga Pusuka Dengan Muspika Kecamatan Manggeng “WARGA MINTA CAMAT DI COPOT”

oleh -11 views
Rapat Dengar Pendapat Bersama muspika dan warga Pusu Ingin Jaya di Ruang Rapat DPRK Abdya Rabu(11/2015) (N)

Suara Indonesia-News.Com, Blang Pidie (Abdya) – Pertikaian warga bersama Oknum Camat Manggeng, terkait persoalan Pilkades yang terjadi di Desa Pusu Ingin Jaya Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, sudah sampai kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, namun hasilnya belum menuai titik terang. Faktanya menurut pantauan sejumlah wartawan Suara Indonesia-News.Com, Rabu (11/2015) di ruang rapat anggota Dewan.

Rapat yang langsung dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi A yang membidangi pemerintahan Zaman Akli, yang juga turut dihadiri Ketua DPRK Zulkifli Isa, Wakil Ketua I, Romi Syahputra dan Wakil Ketua II Jismi, serta ketua Komisi A, Iskandar dan anggota, Mahmud Hasyim, Zul Ilfan, Musli Darma, Muklis AW serta Asisten I bidang Pemerintahan, DRS. M. Hanafiah, SH.MM, Camat Manggeng, H. Yarlis, SP, Kapolsek Manggeng, Iptu Pol Muzakir Jubir, Danramil 06 Manggeng, Kapten Inf. Sabiruddin dan juga perwakilan Warga Desa Pusu Ingin Jaya.

Sementara itu, sebelum rapat dengar pendapat ditutup, wakil ketua komisi A, Zaman Akli menjelaskan hasil keputusan rapat kepada forum yang berhadir pada pagi menjelang siang itu, “terdapat lima hasil keputusan yang dapat kita simpulkan pada hari ini”  Pertama, Pilkades didesa Pusu Ingin Jaya, Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, ditunda bukan dibatalkan. Kedua, Keberadaan Tuha Peut, P2k didesa tersebut diremajakan. Ketiga, Penambahan Kriteria akan di verifikasi kambali. Keempat, Terkait Pembatalan Pilkades harus ada Kepastian Hukum yang jelas, dan terakhir, untuk penyelesaian selanjutnya akan dibicarakan kedepan dalam waktu dekat ini”. Paparnya.

“BUKAN RANAH KITA”

Zaman akli juga menambahkan “terkait dengan permintaan warga terhadap oknum camat H. Yarlis, SP yang harus dicopot, itu bukan ranah dan kewenangan DPRK, tapi itu kewenangan dari Pimpinan Daerah, kami hanya dapat memberikan solusi dalam pertikaian ini sesuai dengan aturan yang telah dijalankan”.

Salah seorang warga pusu ingin jaya, Safrijal kepada wartawan Suara Indonesia-News.Com, mengatakan “keputusan duduk antara perwakilan pemerintah dengan warga di Ruang rapat Anggota dewan, sangat tidak adil, disebabkan dalam menyimpulkan hasil keputusan tidak berbunyi poin yang menindaki oknum camat yang sudah melanggar dalam mengambil suatu keputusan terhadap Balon geucik yang maju di Pilkades, kami atas nama warga sangat kecewa dan hal ini akan kami lanjutkan ke Bupati sehingga persoalan yang sedang terjadi bisa terjawab, sehingga masyarakat tidak ada lagi yang terkotak-kotak “Kami butuh keadilan”. Ucapnya Singkat via Telpon Seluler.(N).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *