Reporter: S. Widjanarko
PROBOLINGGO – (suaraindonesia-news.com) – DPC PPP Kabupaten Probolinggo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke VIII tahun 2016. Muscab digelar di Hotel Tampiarto jalan Suroyo Kota Probolinggo, dihadiri Sekjen DPP. PPP, Khairus Shaleh, Ketua DPW PPP Jatim Musafa’ Noer, serta Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini, Minggu, (21/8/16).
Muscab DPC PPP Kabupaten Probolinggo ke VIII bukannya memilih Ketua DPC, namun memilih formatur lebih dahulu. Formatur terpilih selanjutnya diberi waktu 14 hari kerja untuk menyusun pengurus dan hasilnya baru dilaporkan ke DPW.
Menurut Ketua DPW Jawa Timur, Musafa’ Noer, pemilihan Formatur harus memenuhi 5 (lima) unsur, yaitu DPP, DPW, DPC, PAC dan Majelis. Dalam muscab DPC PPP ke VIII Kabupaten Probolinggo ini, unsur DPP diwakili KHairus Shaleh, unsur DPW diwakili Habib Mahdi, unsur DPC diwakili Salim Qurais, unsur PAC diwakili Zuhri, Sekretaris PAC Kecamatan Tiris, dan unsur Majelis diwakili oleh Muhammad Mustafa. Unsur Majelis ada 3 (tiga), yaitu Majelis Syariah, Majelis pertimbangan, dan Majelis Pakar, terang Musafa’ Noer.
Musafa, mengatakan, belum tentu kader partai yang terpilih menjadi formatur bisa menjadi ketua. DPP dan DPW mencari kader yang terbaik yang mumpuni menjadi ketua.
“Dalam pemilihan Ketua DPC, DPP maupun DPW kemungkinan juga punya calon sendiri. Setelah formatur melakukan 14 hari kerja, dan melaporkan ke DPW, baru dilakukan pemilihan Ketua DPC PPP periode 2016 – 2021,” jelasnya.
Dalam penjelasannya Musafa’ Noer menyatakan, Muscab DPC PPP ke VIII ini baru dilaksananakan di 5 (lima) daerah Kabupaten dan Kota. Kabupaten Probolinggo yang ke lima kalinya. Di seluruh Jawa Timur, dijadwalkan hingga 10-Oktober-2016 pelaksanaan Muscab harus sudah tuntas.
“Kalau ada daerah yang tidak mampu melaksanakan Muscab, pelaksanaan diambil alih DPW,” tegasnya.
Disinggung terkait Pilgub jawa timur, Musafa’ Noer mengatakan PPP harus melakukan koalisi dengan partai lain. Karena syarat untuk bisa mengusung calon Gubernur minimal harus mempunyai 20 kursi di parlemen. Sementara PPP di Propinsi hanya memliki 5 (lima) kursi di parlemen, maka dalam pilihan Gubernur Jatim yang bakal digelar pada tahun 2018 mendatang, PPP sudah membangun koalisi dengan PKS, Gerindra, dan PAN.
Musafa Noer menyatakan, di DPRD Propinsi Jawa Timur, PKS mempunyai 6 kursi, Gerindra memeliki 13 kursi, dan PAN punya 7 kursi. Sementara syarat untuk bisa mengusung calon Gubernur partai harus memiliki 20 kursi di Parlemen.
“PPP koalisi dengan PKS, PAN dan Gerindra, ditotal jumlah kursi mencapai 31kursi. Jumlah ini sudah melebihi ketentuan. Mengenai figur calon yang diusung bisa dari kader partai bisa juga dari luar, sementara ini kami belum bisa menyebutkan siapa nama calon yang bakal diusung,” pungkasnya.












