Doppelmayr Yakini Kereta Gantung di Kota Batu Akan Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi

Hans Tost saat menyampaikan paparannya pada acara sosialisasi pembangunan kereta Gantung, Senin (9/9/2019) di Balai Kota Batu.

KOTA BATU, Senin (9/9/2019) suaraindonesia-news.com – Perusahaan penyedia tranposrtasi kereta gantung (Cable Car) dari Austria, Doppelmayr menyakini jika moda tramportasi kereta gantung yang akan diluncurkan tahun 2020 di kota Batu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejasteraan masyarakat.

Hans Tost perwakilan dari Doppelmayr mengatakan moda transportasi kereta gantung yang telah digunakan di kota-kota besar di seluruh dunia berdampak sangat bagus terutama, pada pertumbuhan ekonomi. Seperti Negara yang telah menggunakan Kereta gantung yakni di Amerika Serikat, Italia, Kanada, Venezuela, Bolivia dan Singapura

“Dengan keberadaan kereta gantung kami yakin akan meningkatkan pada pertumbuhan ekonomi, bahkan Presiden Bolivia pernah memujinya jika kereta gantung memiliki nilai ramah lingkungan dan nilai ekonomi,” kata Hans Tost perwakilan dari Doppelmayr Austria.

Dihadapan 200 peserta dari perwakilan masyarakat, pengusaha dan Pejabat Pemkot Batu, Hans Tost menyebut setelah melakukan pengkajian mendalam bahwa kota Batu adalah sangat tepat dibangunya alat tranportasi kereta gantung.

Alasan berikutnya, lanjut dia, selain dilihat dari segi ekonomi, keunggulan transportasi modern ini juga tidak menimbulkan dampak polusi udara karena tidak menghasilkan gas emisi karbon.Bahkan Cable car ini tidak membutuhkan biaya investasi besar.

“Bahkan bisa mengurangi kemacetan, dengan menggunakan kereta Gantung cukup dengan waktu 10 hingga 15 menit,” tegas Hans Tost saat menyampaikan paparannya pada acara sosialisasi pembangunan kereta Gantung, Senin (9/9/2019) di Balai kota Batu.

CEO ATF Kereta Gantung Ganisa Pratiwi menambahkan bahwa kereta gantung selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi juga manfaat bagi masyarakat Kota Batu dan pada pemangku kepentingan secara nasional.

“Ditargetkan proyek ini terwujud pada tahun 2020 dengan nilai investasi lebih dari Rp 300 miliar yang akan melibatkan peran serta masyarakat yang ada di kota Batu khususnya, serta Provinsi Jawa Timur dan skala nasional,” kata Ganis panggilan akrab Ganisa Pratiwi.

Ia juga mengungkapkan jika pembangunan kereta gantung akan menempuh jarak 4 sampai 5 km melalui 3-4 stasiun, di mana setiap Stasiun akan dibangun dengan konsep one stop service yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penyediaan produk UMKM lokal yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Dengan adanya proyek gantung ini dapat membuka lapangan kerja secara kualitas dan dikelola secara professional,” jelasnya.

Sedang Walikota Batu dewanti Rumpoko menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu memiliki saham.

“Berapapun nilainya yang penting punya saham dan juga saya harapkan masyarakat Kota Batu. Ini artinya agar masyarakat dapatberperan aktif dan bekerjasama dengan pihak penyelenggara kereta gantung dengan memberikan kemudahan akses dan informasi yang yang diperlukan,” pungkas Dewanti.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here