Dongkrak Ekonomi Melalui Pasar, Muspika Kecamatan Setia Larang Muge di Jalan

Reporter: Nazli Md

Abdya, suaraindonesia-news.com – Menindak lanjuti pembenahan ekonomi masyarakat dan mengoptimalisaskan aktivitas di Pasar, Muspika Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluarkan himbauan larangan berjualan keliling dalam Kecamatan setempat.

Himbauan larangan berjualan bagi penjual ikan keliling (Muge) di sepanjang jalan nasional dan jalan-jalan perkampungan yang meliputi seluruh Desa dalam Kecamatan Setia itu tertuang dalam surat nomor 751/521/MPK/2016 yang ditujukan kepada seluruh para Muge dalam Kecamatan setempat.

Camat Setia, Ariswandi SE yang didampingi Kapospol Setia, Aiptu M Yasir, Danposramil Setia Pelda Makmur Usman serta ketua Pengurus Pasar Setia Jaya, Ishak Huri mengakui, himbauan tersebut dibelakukan semenjak tanggal dikeluarkan yakni tanggal 6 Juni 2016,”Saat ini sudah kita lakukan sosialisasi kepada pedagang ikan keliling dalam Kecamatan Setia,”sebutnya.

Diakui Ariswandi, penegasan tersebut diberikan setelah mendapatkan tanggapan yang serius dari tim Pansus Dapil III DPRK Abdya yang menyebutkan Pasar yang ada di Kecamatan Setia tidak berjalan sesuai harapan dikarenakan masih banyaknya pedagang ikan keliling yang tidak mau menampati lapak-lapak yang sudah disediakan.

“Camat bersama unsur Muspika lainnya telah bekerja untuk memajukan Pasar Setia Jaya ini jauh sebelum tim Pansus turun. Namun, kita tetap laksanakan permintaan tim Pansus untuk mengoptimalkan Pasar,”tegas Ariswandi.

Namun diakui Ariswandi, selama pasar tersebut dioperasikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya pendekatan kepada pedagang untuk dapat berjualan di pasar,”Ini tidak mudah. Selain watak yang berbeda kita juga harus mempelajari karekter masyarakat setempat,”akunya.

Ariswandi menegaskan, sesuai dengan tempo yang diberikan oleh tim Pansus untuk mengoptimalkan aktivitas pasar tersebut selama 16 hari kedepan. Maka, pihaknya bersama Muspika akan terus melakukan sosialisasi langsung ke lapangan bersama pengurus Pasar dan kepala-kepala Desa dalam Kecamatan setempat.

“Pada himbauan yang ditandatangani oleh Mupika Setia ini menyebutkan sanksi tegas kepada pelanggar yakni setiap penjual ikan keliling yang masih membandel akan dikenakan denda sebesar Rp.500.000,- dan kenderaannya disita sampai proses pembayaran denda tersebut diberikan,”sebut Ariswandi.

Sementara itu, salah seorang Muge warga Desa Lhang, Hasanuddin, 45 tahun, mengakui, dengan dilarangnya berjualan keliling, pihaknya tetap mengikuti. Namun, dirinya membatah kalau banyak Muge yang tidak mau berjualan di pasar, hanya saja selama ini pasar tersebut sangat sepi pembeli.

“Kita berharap ini bukan hanya kepada Muge saja, tetapi harus juga diberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk membeli ikan ataupun kebutuhan lainnya dipasar itu,”harap Hasanuddin.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang ibu rumah tangga warga Dusun Kuta Meurandeh Desa Alue Dama, Makni. Menurutnya, warga malas ke pasar Setia Jaya selain masih sangat sepi juga jaraknya pasar dengan rumah mereka,”Kita harapkan pemerintah menyediakan tranport, biar kita belanjanya di pasar itu,”sebutnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here