PAMEKASAN, Kamis (29/01) suaraindonesia-news.com – Donasi hasil Konser Valen DA7 untuk Aceh dan Sumatra yang digelar pada 1 Januari 2026 di Kabupaten Pamekasan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,1 miliar. Donasi tersebut dikoordinasikan oleh CEO PT Bawang Mas Group, H. Khairul Umam (H. Her), yang kemudian mengutus tim khusus untuk menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak di Aceh.
Setibanya di Aceh, sebagian dana donasi dimanfaatkan untuk pembangunan jembatan di Desa Matang Panyang, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Jembatan tersebut menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Nurussalam dan Kecamatan Darul Amman, tepatnya menghubungkan Desa Matang Panyang dengan Desa Bagok Panah.
Pembangunan jembatan yang dilakukan secara gotong royong oleh Relawan Bawang Mas Group bersama TNI setempat itu diberi nama Jembatan Tretan Madura-Aceh. Peletakan batu pertama pembangunan jembatan dilaksanakan pada hari ke-10 keberadaan relawan di Aceh, yakni pada Selasa (20/01/2026).
Koordinator Relawan Bawang Mas Group, Azif Mawardi Zein, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat setempat.
“Kita membangun jembatan ini pada hari ke-10 kami berada di Aceh. Harapannya, akses yang sebelumnya terputus akibat banjir dapat kembali lancar sehingga menunjang aktivitas pendidikan anak-anak serta perekonomian warga,” ujar Azif, Rabu (28/01/2026).
Selain pembangunan jembatan, Azif menjelaskan bahwa hasil donasi Konser Valen DA7 juga disalurkan dalam bentuk bantuan penunjang pendidikan, seperti komputer, seragam sekolah, dan alat tulis.
Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat berupa pakaian, makanan, santunan bagi anak yatim, serta berbagai bentuk bantuan lainnya.
“Donasi ini disalurkan ke tiga provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selain pembangunan jembatan, bantuan juga berupa alat-alat bangunan untuk hunian sementara, dukungan pendidikan, ribuan Al-Qur’an, serta ribuan paket sembako,” jelasnya.
Relawan lainnya, M. Khairul Umam, menambahkan bahwa proses penyaluran donasi di tiga provinsi tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Sementara itu, pembangunan jembatan diperkirakan memakan waktu hingga 30 hari.
“Menjadi relawan bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga mental. Dalam proses penyaluran donasi, kami harus melewati jalan berlumpur, medan terjal, melawan arus sungai, bahkan sungai yang terdapat buaya,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran menjaga dan merawat lingkungan hidup, mengingat dampak kerusakan lingkungan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat, seperti yang terjadi di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.












