SUMENEP, Sabtu (19/10) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluncurkan aplikasi PETA-NI sebagai bagian dari inovasi dalam pengelolaan infrastruktur pertanian secara digital.
Aplikasi ini diperkenalkan dalam acara sosialisasi yang berlangsung di ruang pertemuan DKPP Sumenep, Jumat, 18 Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta pegawai DKPP Sumenep.
PETA-NI dirancang untuk mempermudah pengumpulan data mengenai infrastruktur pertanian di Sumenep, memungkinkan pemerintah dan petani untuk memetakan kondisi infrastruktur serta mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan atau pembangunan baru.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan bahwa aplikasi ini merupakan langkah penting dalam mendukung modernisasi sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami berharap aplikasi ini dapat memberikan data akurat sehingga pembangunan infrastruktur pertanian lebih tepat sasaran,” ujar Chainur Rasyid dalam sambutannya.
Dengan aplikasi ini, proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan lebih efisien, sehingga pemerintah dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan terkait perbaikan atau pembangunan baru.
Aplikasi PETA-NI juga memberikan kesempatan bagi petani untuk melaporkan masalah seperti kerusakan irigasi atau jalan usaha tani yang membutuhkan rehabilitasi secara langsung dan real-time. Fitur-fitur ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas pemerintah terhadap kebutuhan petani di lapangan.
Kepala Bidang Prasarana Pertanian DKPP, Erfan Evendi, menyambut positif inovasi ini sebagai langkah menuju pertanian berbasis teknologi.
“Dengan aplikasi PETA-NI, pertanian di Sumenep akan semakin efisien dan siap memasuki era modern,” ungkapnya.
Ke depan, DKPP Sumenep berencana untuk mengembangkan aplikasi PETA-NI dengan fitur tambahan, seperti pemetaan lahan berdasarkan komoditas, sistem prediksi cuaca, dan monitoring hasil panen.
Erfan berharap bahwa aplikasi ini dapat menjadi solusi efektif bagi petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung program pemerintah untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin pertanian di Sumenep semakin siap menghadapi tantangan global dengan dukungan teknologi canggih,” tutup Erfan.












