Dituntut Inovatif, 80 Guru SMA Ikuti Pelatihan Sains

Pelatian Sain

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Puluhan guru SMA se kota  Batu mengikuti pelatihan Mipa di Hotel Kartika Wijaya kota Batu, pelatihan yang di selenggarakan atas kerja sama dengan Usaid dan University Samporna ini Sebagai upaya meningkatkan kwalitas tenaga pendidik khususnya di mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam  (IPA),

Kepala SMAN 02 Batu Pamor Patriawan, saat ditemui Selasa (3/11/2015) menyatakan  bahwa kegiatan ini  berbeda dengan workshop  atau pelatihan Mipa dan IPA  pada umumnya, tetapi kali ini lebih banyak dilakukan  dengan melakukan praktek  dari pada melakukan teori yang selama ini sering  dilakukan.

“Kegiatan ini  dimaksudkan untuk meningkatkan kwalitas para pendidik di seluruh SMA di kota Batu,  untuk lebih memahami tentang sains agar bisa di pergunakan di sekolah masing – masing dan yang di ajarkan serta di praktekan antara lain seperti ilmu matematika, fisika, biologi dan kimia” kata Pamor yang  juga sebagai penyelenggara kegiatan

Harapanya  kata Pamor, usai melakukan pelatihan ini, guru dapat menerapkan ilmunya disekolah, agar anak didik  bisa  memiliki rasa ketertarikan terhadap mata pelajaran yang dianggap sulit, atau menyusahkan bagi bara siswa utamanya bagi mata pelajaran Matetatika dan MIPA.

 Jika kegiatan ini  awalnya  hanya di lakukan oleh SMAN 02 Batu, namun SMAN02  mengajak semua guru yang mengajar tentang Mipa untuk ikut dalam ajang ini, minimal satu sekolah kata Pamor  mengirimkan tiga orang guru Mipa dan matematika.

Hal itu juga diungkapkan oleh  Mega Ayu Nugrahani  Guru Matematika MA Ma Arif kota Batu, bahwa pelatihan ini  berbeda dengan pelatihan pada umumnya,  namun  dalam acara ini lebih banyak di lakukan dengan melakukan praktek dari pada dengan melakukan teori yang selama ini sering di lakukan oleh guru ketika mengajar di depan kelas.

“Untuk melatih pembelajaran, dalam pelatihan ini kita dituntut  harus  banyak menghasilkan  hasil karya yang berbeda dengan pembelajaran yang selama ini berlangsung. Kita dituntut untuk lebih inovatif, kreatif dan pembelajaran yang menyenangkan” kata Mega

Maka kata dia, praktek-praktek dalam pelatihan ini lebih diperoritaskan  untuk membuat suatu benda  yang bisa dijadikan media belajar seperti membuat benda bergetar buzz bot  atau sebuah kerangka berfikir yang inovatif.(Adi Wiyono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here