Dituduh Provokasi Penutup Jalan, Warga Sumberwuluh Diduga Dibacok Pak RW

LUMAJANG, Rabu (6/2/2019) suaraindonesia-news.com — Dituduh sebagai provokator yang menutup jalan di Dusun Kajarkuning untuk tidak dilewati kendaraan pengangkut pasir, Matsun Hadi (51), warga RT 03 RW 09 Dusun Kajarkuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka bacok pada siku lengan kiri hingga dirawat di RSUD DR. Haryoto Lumajang, kemarin sore.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran bahwa ini adalah rentetan konflik horizontal pertambangan pasir Kecamatan Candipuro.

Atas kejadian tersebut, Tim Cobra Polres Lumajang, kata AKP Hasran langsung bergerak cepat dan dalam waktu 12 jam setelah kejadian pelaku yang melarikan diri, bernama Miskal (53) sebagai perangkat Desa Sumberwuluh, tepatnya sebagai Ketua RW.

“Pelaku berhasil kami tangkap di rumah saudara Dilla yang berada di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Ditotrunan, Kota Lumajang, berikut alat yang digunakan yaitu sebilah clurit yang juga berhasil diamankan oleh Tim Cobra Polres Lumajang,” terang Kasat Reskrim kepada media ini.

Berdasarkan keterangan korban, saat itu bertemu dengan Dilla di TKP, kemudian korban bercerita kepadanya, dan tiba-tiba dari arah timur datang pelaku dengan mengendarai sepeda motor menuju ke arah korban yang saat itu menunjuk ke arah pelaku.

“Mungkin diduga pelaku merasa tersinggung dan langsung membacok korban dengan sajam jenis clurit yang masih terbungkus koran,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan kasus pembacokan ini diduga erat kaitannya dengan aktifitas pertambangan pasir di Lumajang ini.

“Kami mengantisipasi jangan sampai kasus Salim Kancil terulang kembali. Alhamdulillah dalam tempo 12 jam pasca kejadian, pelaku yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang,” ujar Arsal.

Kepada pelaku, kata AKBP Arsal akan dilakukan penegakkan hukum maksimal.

Menurut Kapolres Lumajang, bahwa kronologis peristiwa tersebut awalnya korban bermaksud untuk membantu membukakan portal supaya dapat dilalui armada tambang pasir.

“Karena pada malam sebelumnya antara masyarakat dan pemilik tambang sudah ada kesepakatan membuka jalan Dusun Kajarkuning untuk dilewati kendaraan truk pengangkut pasir dengan kompensasi masyarakat mendapatkan uang sebesar Rp. 10.000,-/rit yang akan dikirimkan melalui rekening masing-masing masyarakat,” paparnya.

Atas kejadian ini, kata Kapolres, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, diancam pidana penjara paling lama 5 Tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang membawa senjata tajam, diancam Pidana Penjara Paling lama 10 Tahun.

Reporter : Fuad
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here