Dituding Korupsi Dana Desa, Kades Tanoh Rata: Secara Aturan Sudah Disampaikan di LPJ Tahun 2023

oleh -61 views
Foto: Azwal, Kepala Desa Tanoh Rata, Kec. Peureulak saat memberikan klarifikasi kepada media.

ACEH TIMUR, Kamis (05/06) suaraindonesia-news.com – Polemik yang terjadi di Desa Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak semakin serius, pasalnya warga menduga Kepala Desa/Keuchik telah melakukan praktek korupsi terhadap Dana Desa (DD) tahun 2023, untuk menyelamatkan DD, warga mendesak pihak inspektorat untuk segera di auditnya.

Selain mendesak untuk mengaudit pihak inspektorat, sebagai bentuk protes masyarakat melakukan aksi boikot terhadap pemilihan anggota TPG yang baru, bila Keuchik belum menyampaikan laporan dan penjelasan terhadap penggunaan DD tahun 2023.

Sementara Keuchik Tanoh Rata, Azwal menepis tudingan warga, bahwa dirinya melakukan korupsi terhadap DD dan mengaku secara aturan telah menyampaikan laporan kepada TPG dan Bupati.

“Secara aturan saya telah menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban(LPJ) realisasi APBG tahun 2023 kepada Tuha Peut Gampong (TPG) dan Bupati Aceh Timur,” kata Azwal kepada media Ini. Selasa (4/6).

Terkait masyarakat yang menolak memilih TPG, dengan alasan Keuchik harus menyampaikan LPJ tahun 2023, keuchik mengaku telah dua kali menggelar rapat namun tidak ada titik temu.

“Sudah 2 kali melaksanakam rapat pemilihan TPG akan tetapi tidak ada titik temu, sehingga melakukan proses penjaringan,” ujar Azwal.

Azwal juga menuturkan, bahwa dirinya dalam realisasi kegiatan DD selalu bermusyawarah dengan masyarakat, perangkat dan TPG.

“Jadi tidak benar saya mengelola sendiri terhadap anggaran maupun realisasi kegiatan, selalu bermusyawarah,” tuturnya.

Soal peserta Bimtek yang dikirim bukan berasal dari anggota TPG, ia menyebutkan sudah menawarkan kepada anggota TPG yang lama tapi mereka tidak ada yang mau, sehingga mengirim dari unsur tokoh masyarakat.

“Karena TPG sudah berakhir jabatan pada bulan april lalu, kemudian sudah kita tawarkan tapi tidak bersedia, maka saya kirim tokoh masyarakat,” pungkas Azwal.

Diberitakan sebelum nya, dinilai tidak transparan, warga Desa Tanoh Rata, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur menuding pengelolaan Dana Desa (DD) sejak tahun 2023 yang diduga sarat penyimpangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa/Keuchik.

Akibat pengelolaan DD diduga tidak transparan, kepercayaan sebagian besar masyarakat terhadap kades semakin luntur, bahkan masyarakat ogah untuk memilih anggota Tuha Peut Gampong (TPG) yang baru, padahal TPG yang lama telah berakhir masa jabatan pada bulan april lalu, sebelum keuchik menyampaikan Laporkan Pertanggung Jawaban (LPJ) DD 2023.

Baca Juga: Dianggap Berbahaya, Dinas ESDM Aceh Minta Hentikan Pengeboran Minyak Secara Ilegal di Aceh Timur

“Sebelum Keuchik mempertanggung jawabkan anggaran DD tahun 2023, masyarakat sepakat tidak mau memilih anggota TPG baru, itu sebagai bentuk protes kepada keuchik,” ungkap seorang warga Tanoh Rata yang minta namanya tidak cantumkan.

Menurut sumber, warga mulai kehilangan kepercayaan kepada keuchik, apalagi keuchik telah melakukan manipulasi kwitansi terhadap laporan realisasi DD pada beberapa kegiatan.

“Warga mendengar langsung pengakuan dari kepala tukang dalam rapat, biaya tukang sebesar Rp.4 juta, sementara di kwitansi Rp. 6 juta,” tuturnya.

“Parah nya lagi, jumlah material tasirtu yang dilaporkan sebanyak 6 truck, padahal pengakuan sopir dumtruck material yang di order oleh keuchik hanya 4 truck, karena keuchik tidak jujur dan terbuka,” ungkapnya.

Selain itu kata warga, puluhan juta anggaran tahun 2023 tidak jelas penggunaannya.

“Ada sekitar 80 juta hasil keuntungan dari realisasi kegiatan fisik tahun 2023, tidak jelas penggunaan, bahkan dalam rapat umum di Meunasah beberapa waktu sempat alot, karena penjelasan keuchik berbelit belit,” kata warga kepada media ini. Sabtu (1/6).

Lanjut warga, sejak keuchik terpilih perangkat desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPk) hanya menjadi formalitas, karena semua pekerjaan dikelola oleh Keuchik sendiri.

“Mulai dari keuangan desa dikelola sendiri dan semua kegiatan diborong oleh Keuchik. Perangkat desa dan TPK hanya jadi penonton, jika ada perangkat desa yang komplain langsung di geser,” tandasnya.

Ia menambahkan, jika fungsi dan aturan pemerintahan gampong tidak berjalan, apalagi tanpa pengawasan, anggaran dikelola sesuka hati Keuchik.

“Contohnya saja, peserta yang ikut Bimtek ke Medan, yang di kirim oleh keuchik, warga yang baru mendaftar sebagai calon anggota TPG,” ujarnya.

“Jadi DD sangat rawan dari korupsi, jika aturan tidak berjalan serta tidak pengawasan,” cetusnya.

Untuk menjaga stabilitas sosial masyarakat dan menyelamatkan DD, masyarakat minta Pemerintah Aceh Timur khusus nya Inspekrorat untuk mengaudit Gampong Tanoh Rata.

“Kami semua masyarakat, berharap Pemkab Aceh Timur, Inspektorat dan jaksa atau Tipikor untuk audit DD yang di duga berpotensi korupsi,” harap Warga.

Reporter: Masri
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan