LUMAJANG, Selasa (7/4/2020) suaraindonesia-news.com – Ditengah merebahnya virus Corona (covid-19) ini, banyak warga yang beralih profesi menjual masker. Seperti contoh, Imam (50), warga Kelurahan Tompokersan, Lumajang, Jawa Timur ini, sebelumnya dia menjual baju-baju, namun karena situasi wabah Corona ini, dirinya dan sejumlah rekannya menjual masker demi untuk menyambung hidup.
Imam menjual masker dari rumah ke rumah, dengan harga mulai dari Rp. 45 ribu sampai Rp. 50 ribuan per lusinnya.
“Sekarang jual baju sepi, apalagi kena wabah seperti ini, tambah sepi lagi. Makanya kita alih profesi jual masker ini,” ujarnya saat ditanyai awak media.
Dan Imam ini, berangkat keliling mulai pukul 08.00 pagi, dan balik ke rumah sekitar pukul 12.00 siang. Biarpun dirinya keliling, menjaga kebersihan tetap dinomorsatukan, dengan mencuci tangan disetiap area publik yang disinggahi.
Selain Imam, ada juga Dugel (50), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Lumajang, Jawa Timur ini, juga ikutan jual masker. Namun dirinya tidak door to door, melainkan menjual masker di pinggir jalan.
“Sehari bisa laku 5 sampai 10 lembar masker. Kalau saya jualnya bijian, bukan lusinan,” katanya.
Dugel menjual masker dengan harga bervariasi, mulai Rp. 5 ribu sampai Rp. 50 ribuan sesuai dengan model. Dan dia mulai berjualan dari pukul 07.00 hingga 16.00 wib.
“Pokoknya ngga hujan ya sampai jam 4 sore, kalau kelihatan mendung ya pulang lebih awal,” paparnya lagi.
Namun yang dijual kedua warga tersebut adalah jenis masker kain dan itu hasil karya warga lokal, demi mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut.
Seperti dikutip dari https://www.cnbcindonesia.com, Facebook melarang iklan menjual masker di tengah wabah Corona.
Facebook sendiri telah mengumumkan untuk sementara waktu melarang iklan yang menjual masker medis di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap eksploitasi terkait virus corona.
Direktur Facebook untuk Manajemen Produk, Rob Leathern, mengatakan bahwa pemberlakuan larangan ini diharapkan agar para pedagang tidak mencari keuntungan dari rasa takut orang terhadap epidemi ini.
“Kami sedang memantau COVID-19 dengan cermat dan akan membuat pembaruan yang diperlukan untuk kebijakan kami jika kami melihat orang-orang mencoba untuk mengeksploitasi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini,” tulis Rob Leathern pada akun Twitternya.
“Kami akan mulai meluncurkan perubahan ini di hari-hari mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan banyaknya orang yang telah membeli masker wajah dan peralatan lain secara masif, menyebabkan kekurangan alat pelindung bagi pekerja perawatan kesehatan, lalu menempatkan banyak nyawa dalam risiko dari virus corona.
Facebook sebelumnya mengumumkan larangan iklan untuk produk medis yang secara keliru menyarankan suatu barang terbatas dan barang apa pun yang mempromosikan obat palsu atau metode pencegahan untuk COVID-19. Grup dan halaman bertemakan Coronavirus juga akan diblokir dari algoritmanya Facebook. Lalu, aturan juga berlaku untuk Instagram.
“Persediaan sangat pendek, harga naik, dan kami menentang orang yang mengeksploitasi darurat kesehatan masyarakat ini,” tulis Adam Mosseri, Kepala Instagram.
Langkah Facebook ini pun diikuti oleh EBay dan Amazon yang juga telah memodifikasi aturan mereka seputar barang dagangan terkait coronavirus.
Dalam pemberitahuan kepada penjual, dilansir dari TheVerge, eBay mengatakan mereka melarang semua penjualan masker wajah, pembersih tangan, dan tisu desinfektan dalam upaya untuk membendung kenaikan harga.
eBay juga sudah menghapus lebih dari daftar 20.000 barang yang belum diverifikasi terkait dengan coronavirus. Sedangkan, Amazon telah menghapus daftar pihak ketiga yang secara signifikan menaikkan harga pembersih tangan dan masker wajah.
Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela












