Distanpan Abdya Gelar Pra Musyawarah Turun Sawah MT l Gadu 2022, Sekda Minta Kerja Sama Yang Baik

oleh -154 views
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Drh Nasruddin saat memimpin rapat yang di hadiri sekda Salman Alfarisi, ST, Asisten II Much Tavip dan Kepala BPBK Hafiddin, ST.

ABDYA, Kamis (21/4/2022) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat kembali menggelar pra musyawarah turun ke sawah untuk musim tanam MT Gadu l Tahun 2022 di wilayah Kabupaten Setempat.

Pantauan awak media, acara pra musyawarah tersebut bertempat di Aula rapat dinas setempat, yang dibuka oleh Sekda Abdya Salman Alfarisi, ST, turut hadir Asisten ll Much Tavip, Kepala Dinas Pertanian Drh. Nasruddin, para Camat dan diikuti oleh para keujruen dan hob keujruen serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Abdya Salman Alfarisi mengatakan, pada saat ini MT Rendengan 2021/ 2022 yang sudah dilakukan dengan luas tanam 8,299 Ha dan sedang dilaksanakan panen sampai pertengahan April.

Sambungnya lagi, data sementara seluas 3.938 Ha dengan hasil ubinan (produktivitas) rata-rata 7,40 Ton/Ha dengan perkiraan produksi 29.141,20 kg, baru-baru ini mendapat kendala yaitu kekeringan akibat adanya jaringan irigasi yang rusak karena banjir, Walaupun demikian dengan izin ALLAH SWT persoalan itu dapat kita atasi.

“Namun, dengan kerja sama yang baik semua pihak sesuai dengan tugas dan fungsi, sehingga petani Aceh Barat Daya nantinya dapat diperoleh hasil yang baik,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Drh Nasruddin mengatakan, untuk mencapai target masa panen September 2022, jadwal turun sawah atau pengolahan tanah yang telah kita sepakati bersama yaitu Minggu kedua April sampai bulan Mai dan penanaman padi di jadwalkan Minggu pertama Mai sampai Agustus.

“Insya Allah apa yang menjadi target kita bersama bisa tercapai dengan segala upaya dan peran aktif petani kita,” sebut Nasruddin.

Dia juga berharap agar petani harus benar-benar memanfaatkan alsintan dari pemerintah seperti hand traktor, traktor 4 WD, Combine dan sarana irigasi, agar proses pengolahan tanah bisa lebih cepat.

“Untuk para petani tidak mesti menunggu adanya traktor 4wd mengingat keterbatasan jumlahnya sehingga para petani harus bisa menggunakan hand traktor,” paparnya.

Reporter : Nazli
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan