Dispertanak Bangkalan Komitment Setiap Program Terlaksana 100%

Reporter: Anam

Bangkalan, Kamis (3/11/2016) suaraindonesia-news.com – Pada awal bulan november 2016 para petani sudah mulai kembali menggarap lahnnya untuk ditanami berbagai jenis bahan pangan khususnya padi karena bertepatan dengan musim penghujan.

Hal tersebut terlihat merata disetiap desa sekabupaten Bangkalan tanpa terkecuali di desa Kendaban kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Jawa Timur pada (03/11) tahun ini membajak sawahnya.

Hamid salah satu petani desa setempat mengatakan bahwa saat ini merupakan awal musim tanam padi yang pertama serta diwaktu yang sama terlihat para petani lain disekitarnya sedang sibuk menyiapkan lahan.

“Tahun ini menjadi awal musim tanam padi para petani,” tuturnya sambil memperbaiki pematang sawahnya yang telah dirusak oleh hama tikus.

Senada denga Hamid, Muchlis petani lain mengatakan dirinya juga berencana akan membajak lahannya dengan menggunaka Hendtraktor (alat pembajak sawah, Red) yang telah diperoleh dari Dispertanak pada (26/08/2016) dua bulan lalu untuk musim tanam serentak tahun ini.

“Hendtraktornya mulai akan kami fungsikan membajak pada musim tanam sekarang,” jelasnya yang juga mengaku akan menanami sawahnya padi pada musim tanam awal ini.

Ditempat terpisah Kadispertanak Bangkalan melalui Heri Susanto Kapala Bidang Produksi THT berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas pelayanan pada para petani.

“Tujuan kinerja kita untuk hasil yang lebih baik khususnya dalam hal bantuan benih pada petani harus sampai utuh 100% ketitik kelompok,” tuturnya berkomitmen dengan tegas.

Heri yang juga dikenal hobi jual beli mobil tersebut memberi informasi untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional pertanian Bangkalan direncanakan akan menerima ribuan ton bantuan benih padi dari provinsi Jawa Timur.

“Rencana bantuan benih dari provinsi sembilan ribu ton padi dan jagung empat ribu ton,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut Heri juga menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan sudah diatur dengan tujuan agar pemerataan bantuan bisa dirasakan oleh semua petani di setiap kecamatan sekabupaten Bangkalan.

“Yang padi ada aturannya per Ha-nya 35 hingga ada yang 40 kg kalau jagung per-ha 15 kg, minggu depan sudah ada yang didistribusikan kepoktan yang dapat dan itu terbagi rata kesetiap kecamatan, kita upayakan setiap petani itu bisa mendapat bantuan, kalau sampainya tidak sesuai dengan kiriman maka tidak akan diteken, saya wanti-wanti begitu kepada petugas pengiriman,” katanya menjelaskan secara rinci kamis (03/11).

Selain hal tersebut Heri selaku dinas pertanian juga menghimbau pada para petani agar bisa memperoleh hasil panen lebih maksimal upayakan bibit padi ditanam sebelum berumur 20 hari lebih tepatnya saat berumur 15 hingga 20 hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here