Dishub Sesalkan Banyaknya Trayek Mati Namun Masih Beroperasi

Foto: Suasana sidang ditempat. (Foto: Adi Wiyono/SI)

KOTA BATU, Kamis (10 Agustus 2017) suaraindonesia.com – Operasi gabungan yang dilakukan oleh Unit Pelayanan Teknik (UPT) Dinas Perhubungan Jawa Timur Wilayah Malang Raya bersama TNI dan Polres Batu, selama dua hari Rabu dan Kamis (9 dan 10/8) di Jalan Sultan Agung kota Batu ternyata masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas.

Hari pertama setidaknya ada 90 pelanggaran, mereka rata-rata tidak membawa kelengkapan administrasi Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda nomor Kendaraan (STNK) hingga ditemukan angkutan umum dan angkutan barang yang ijin trayeknya mati namun kendaraan masih di operasikan.

Wahyudi, Kasi lalu lintas UPT Dishub Jatim Wilayah Malang Raya saat ditemui, usai gelar Operasi Kamis (10/8) mengatakan Operasi gabungan yang dilakukan olh ishub, TNI dan Polri itu dimaksudkan untuk menertibkan para pengguna jalan khususnya angkutan penumpang dan barang yang beroperasi di kota Batu. Baca Juga: Tiga Pos Anggaran kota Batu Dipangkas, MCW Protes

“Dari Hasil operasi itu ternyata masih banyak di temukan angkutan barang dan umum yang ijin trayeknya mati namun kendaraan tersebut masih di operasikan,” Jelas Wahyudi.

Menurutnya, dalam operasi gabungan ini semua kendaraan yang melintas di jalan tersebut di periksa petugas untuk kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang di periksa oleh petugas dinas perhubungan, sementara untuk kendaraan roda dua dan pribadi diperiksa oleh Polres Batu.

“Sedangkan kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi roda empat di periksa oleh petugas dari Satlantas Polres Batu dan jika ditemukan pelanggaran petugas langsung memberikan sanksi tilang kepada pengguna jalan tersebut,” kata Wahyudi.

Ia juga menyebutkan, jika operasi gabungan ini adalah operasi rutin yang di lakukan UPT Dishub Jatim Malang dan kegiatan di lakukan selama dua hari di wilayah Malang raya termasuk kota Batu.

“Untuk dishub, pemeriksaan meliputi ijin trayek dan operasional, kelayakan kendaraan dan tata cara memuat barang dan lain-lainya,” ungkapnya.

Dalam operasi yang digelar dua hari itu kata dia, banyak di temukan pelanggaran terutama kebanyakan pelanggaran seperti masalah ijin operasi angkutan atau kir yang sudah mati dan tidak di perpanjang namun kendaraan masih di gunakan untuk operasional.

“Diharapkan dengan razia ini bisa memberikan kesadaran dalam berkendara kepada para pengguna jalan dan juga bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang menggunakan jasa angkutan dalam beraktivitas,” pungkas Wahyudi.

Sementara itu Ipda Hartawan Kanit Turjawali Polres Batu yang ikut Operasi gabungan itu mengatakan dalam operasi gabungan selama dua hari itu, pelanggaran masih didominasi oleh kendaraan roda dua, mereka rata-rata tidak membawa kelengkapan administrasi kendaraan.

“Mereka tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK, karena melakukan pelanggaran akhirnya petugas melakukan penilangan dan dilakukan sidang ditempat,” jelas Hartawan. (Adi Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here