Disangka Maling, Warga Pakamban Laok Mati di Tangan Peronda Malam

Kiri Korban, dan Kanan Pakain Coklat Pelaku

Reporter: Mahdi

SUMENEP, Minggu (18 Juni 2017) suaraindonesia-news.com – Wahyu, Warga Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, meninggal dunia setelah cekcok mulut saat beronda malam.

Kejadian tersebut berawal dari As’ad Riyadi yang melaksanakan ronda malam. Karena ada orang yang mencurigakan, As’ad mendatangi tempat tersebut di Jalan Raya Sumenep – Pamkasan, Desa setempat.

Setelah As’ad pulang menuju rumahnya. Tiba tiba di pertengahan jalan diberhentikan oleh Wahyu Andriyadi. Diantara kedua belah pihak terjadi percekcokan serta perkelahian. Sehingga As’ad mengeluarkan Golok dan menusukkan ke perut Wahyu bagian atas sebelah kanan.

Sementara Kabid Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi mengatakan, kejadian tersebut berawal dari kegiatan ronda malam. Sehingga Korban atas Nama Wahyudi meninggal dunia setelah di tusuk oleh As’ad.

“Korban meninggal dunia di Puskesmas Pragaan. Kejadian sekitar pukul 01.00 wib”. Ucap Suwardi

Menurutnya, pelaku juga mengalami luka lebam di kelopak mata. Saat ini pelaku sudah di amankan untuk mempertanggung jawabkan kejadian ini.

Sementara menurut Kapolsek Pragaan AKP Jawali mengatakan korban disangka maling sehingga menusukkan golok terhadap perut korban. Padahal keduanya warga setempat. Ditanya soal ada motif lain Jawali enggan mengatakannyan.

“Kejadianya ditempat gelap. Pelaku menyangka koraban maling,”. Ucap Jawali melalui sambungan telpon pribadinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here