SUMENEP, Sabtu (17/08) suaraindonesia-news.com – Dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Madura Jawa Timur, Hairil Fajar, mengangkat makna yang lebih mendalam dari sekadar selebrasi.
Bagi Fajar, sebagai direktur utama BPRS Bhakti Sumekar, perayaan 17 Agustus bukan hanya momen mengenang jasa pahlawan yang gugur, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan kebhinekaan dan nilai-nilai spiritual.
“Kita harus semangat 17, karena ini bukan hanya tanggal Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga mengandung hikmah religius,” ujarnya, Sabtu (17/8) pagi.
Menurutnya, angka 17 mengingatkan umat Islam pada jumlah rakaat dalam salat wajib sehari semalam.
Ia juga menegaskan bahwa kehidupan manusia selama 17 jam dalam sehari, terdiri dari aktivitas siang selama 12 jam dan malam selama 5 jam, sejalan dengan waktu yang diberikan untuk beribadah dan menjalani aktivitas sehari-hari.
“17 rakaat. Taat beribadah dan terus semangat merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI,” tambah Fajar.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat nasionalisme dan spiritualitas.
Dengan demikian, merayakan kemerdekaan, di mana makna spiritual dan nasionalisme berjalan seiring, memperkuat identitas bangsa di tengah perjalanan sejarahnya.
Di sisi lain, Fajar juga menyoroti simbolisme Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diresmikan bersamaan dengan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Ia menyebutkan bahwa semua kepala daerah yang mengikuti Upacara Bendera di IKN menjadi bagian dari sejarah baru Indonesia.
“Mudah-mudahan, upacara pertama di IKN ini menjadi tonggak sejarah penting bagi bangsa kita,” pungkasnya.
Reporter: Ari
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












