Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

‎Dinkes Sumenep Gencarkan Edukasi Cegah Obesitas dan Diabetes di Kalangan Remaja

Avatar of admin
×

‎Dinkes Sumenep Gencarkan Edukasi Cegah Obesitas dan Diabetes di Kalangan Remaja

Sebarkan artikel ini
IMG 20250722 201308
‎Foto: Kegiatan Pemantapan Program Pencegahan Obesitas dan Diabetes Melitus pada Remaja yang digelar Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, Selasa (22/07) suaraindonesia-news.com – Guna menekan lonjakan kasus obesitas dan diabetes melitus di kalangan remaja, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengintensifkan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan edukatif berbasis sekolah.

Kegiatan bertajuk Pemantapan Program Pencegahan Obesitas dan Diabetes Melitus pada Remaja ini digelar selama dua hari, 22–23 Juli 2025, di Hotel De Bagraf, Sumenep.

‎Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi mencegah penyakit tidak menular sejak usia dini.

‎Acara ini melibatkan 90 peserta, termasuk kepala sekolah, guru tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA, kader kesehatan remaja, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kantor Kementerian Agama, dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

‎Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Tenaga Ahli Bidang Kesehatan Bupati Sumenep.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Sumenep, H. Syamsuri, menekankan pentingnya peran sekolah dalam menanamkan pola hidup sehat kepada remaja.

‎Menurutnya, kelompok usia tersebut kini sangat rentan terpapar gaya hidup tidak sehat akibat pola konsumsi yang keliru serta kurangnya aktivitas fisik.

‎“Obesitas dan diabetes bukan sekadar isu gaya hidup, melainkan ancaman kesehatan serius jika tidak ditangani sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami membekali guru dan kader kesehatan remaja agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,” ujar Syamsuri, Selasa (22/07/2025).

‎Ia menjelaskan, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minimnya kesadaran akan risiko PTM, serta kurang gerak, merupakan faktor utama yang menyebabkan lonjakan kasus obesitas dan diabetes di kalangan pelajar.

‎Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, petugas kesehatan, dan keluarga dalam membentuk pola hidup sehat.

‎“Kami tidak ingin generasi muda Sumenep terjebak dalam krisis kesehatan akibat gaya hidup modern yang tidak sehat. Edukasi kesehatan harus menjadi bagian integral dari pembinaan karakter siswa,” tegasnya.

‎Selama forum berlangsung, para peserta diajak untuk mengidentifikasi potensi risiko, memahami gejala awal penyakit, serta menyusun strategi pencegahan berbasis sekolah.

‎Ia menegaskan Dinkes P2KB Sumenep berkomitmen untuk mendorong gerakan hidup sehat yang melibatkan seluruh elemen pendidikan dan masyarakat.

‎Syamsuri beharap hasil dari forum ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di satuan pendidikan masing-masing.

‎“Kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat ditentukan oleh kesehatan anak-anak kita hari ini. Kalau kita abai, artinya kita tengah mempertaruhkan kualitas bangsa di kemudian hari,” pungkasnya.