Berita UtamaPendidikanRegional

 Dinkes Gelar Workshop Kesehatan Jiwa Dan Napza

Avatar of admin
×

 Dinkes Gelar Workshop Kesehatan Jiwa Dan Napza

Sebarkan artikel ini
dfh 13
Sejumlah siswa saat mengikuti acara workshop

LUMAJANG, Jumat (27/7/2018) suaraindonesia-news.com – Gelaran Workshop yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, pagi tadi adalah bertemakan “Wujudkan Remaja Yang Sehat Jiwa”. Sebab remaja adalah sosok individu yang unik dengan segala proses perkembangan yang harus dilaluinya baik secara fisik mau pun psikologis.

Menurut dr Benediktus Elie Lie Sp.Kj, dalam paparannya mengatakan jika masa remaja itu merupakan masa transisi dan merupakan masa yang sulit bagi remaja, sehingga kemungkinan akan terjadi perubahan perilaku terkait dengan perkembangan yang terjadi pada remaja tersebut.

“Pada masa ini, remaja mempunyai tugas-tugas perkembangan yang dapat menjadi ancaman bagi remaja dan juga sangat di pengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan,” kata dr Benediktus waktu itu.

Adanya hambatan dalam tahap perkembangan, kata dr Benediktus, hak itu dapat menimbulkan masalah kesehatan jiwa bila tidak terselesaikan dengan baik.

“Masalah tersebut dapat berasal dari remaja sendiri, hubungan dengan orang tua atau akibat interaksi sosial diluar lingkungan keluarga. Dampak selanjutnya adalah munculnya gangguan psikotik yan bisa berlanjut sampai masa dewasa,” paparnya.

Agar kesehatan jiwa remaja dapat tercapai maka, menurut dr Benediktus, mengutarakan jika deteksi dini dan intervensi dini sangat perlu dilakukan dengan melibatkan keluarga maupun remaja sendiri sehingga masalah-masalah kejiwaan remaja dapat diatasi dengan baik.

“Orang tua disini memiliki peran yang sangat penting terhadap tumbuh kembang seorang remaja. Orang tua sebagai aktor pertama yang menjadi contoh bagi seorang remaja, sehingga harus membekali anak dengan ilmu kepribadian dan ilmu agama supaya kelak anak dapat bersosialisasi dimasyarakat dan kenakalan remaja yang terjadi bukanlah kesalahan dari orang tua sendiri, melainkan juga terletak pada lingkungan disekitar remaja yang dapat mempengaruhi perilaku remaja,” ungkapnya.

Peran orang tua dan lingkungan sekitar dikatakan pula oleh dr Benediktus sangatlah penting untuk membentuk pribadi remaja agar menjadi lebih baik.

Dan dalam menghadapi remaja, dijelaskan pula oleh dr Benediktus, bahwa ada beberapa hal yang harus selalu diingat, yaitu bahwa jiwa remaja adalah jiwa yang penuh gejolak.

“Kondisi intern dan ekstern yang sama-sama bergejolak inilah yang menyebabkan masa remaja lebih rawan daripada tahap-tahap lain perkembangan jiwa remaja,” ujarnya lagi.

Untuk mengurangi benturan antar gejolak itu, menurut dr Benediktus dengan memberi kesempatan agar remaja dapat
mengembangkan dirinya secara lebih optimal, perlu diciptakan kondisi lingkungan terdekat yang sestabil mungkin, khususnya lingkungan keluarga.

Sementara itu, menurut Mohammad Irsad SPsi MPsi, pada waktu memberikan paparan dihadapan ratusan siswa siswi SMP, guru pembimbing dan tenaga kesehatan, menjelaskan juga bahwa peran orang tua itu sangat penting terhadap tumbuh kembang seorang remaja.

“Orang tua itu sebagai aktor pertama yang menjadi contoh bagi seorang remaja, karena merekalah sebagai awal perkembangan dari anak-anak mereka,” jelasnya waktu itu.

Kegiatan sehari-hari dari seorang remaja wajib diawasi dan dibimbing orang tua mereka masing-masing, lanjutnya.

Dan perkembangan anak dari balita sampai dewasa menjadi tanggung jawab orang tua. Orang tua harus senantiasa mengontrol dan membimbing setiap tingkah laku anaknya supaya menjadi lebih baik, khusunya anak pada masa remaja.

Orang tua harus membekali anak tersebut dengan ilmu kepribadian dan ilmu agama supaya kelak jika anak tersebut bersosialisasi dimasyarakat, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik bagi dirinya dan lingkunganya.

“Jika orang tua sedikit saja melalaikan tugasnya, maka timbullah tingkah laku yang kurang baik pada diri seorang anak. Hal ini dikarenakan seorang anak bertindak semaunya sendiri tanpa memperhatikan norma-norma yang ada di masyarakat. Biasanya kenakalan tersebut sering terjadi pada saat seorang anak menginjak usia remaja,” bebernya.

Kenakalan yang terjadi bukanlah kesalahan dari orang tua itu sendiri, melainkan juga terletak pada lingkungan disekitar anak tersebut yang dapat mempengaruhi perilaku anak.

“Peran orang tua dan lingkungan sekitar sangatlah penting untuk membentuk pribadi anak agar menjadi lebih baik. Kenakalan remaja menjadi sebuah masalah yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama dari orang tua maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Masalah tersebut kata Irsad, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sasaran dari kenakalan remaja itu sendiri adalah para remaja yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

“Sebab kemajuan bangsa terletak pada para penerus bangsa yang mau membangun bangsa agar bisa lebih baik. Maka dari itu, harus ada solusi untuk menanggulangi kenakalan remaja tersebut. Salah satu solusi untuk menanggulangi kenakalan remaja tersebut adalah dengan mengadakan penyuluhan sebagai upaya agar para remaja bisa memahami dan mengerti tugasnya dimasyarakat dipandang dari segi psikologi dan segi agama,” imbuhnya.

Selain itu juga, kenakalan remaja harus juga dilihat dari segi hukum, agar para remaja mengetahui akibat dari kenakalan remaja itu sendiri.

Sedangkan menurut Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu
yang berharap agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua peserta, yang terdiri dari Pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas, Guru BP/Pendamping SMP terpilih dan siswa siswi terpilih.

“Semoga dengan ilmu yang didapatkan dapat segera diterapkan di fasilitas kesehatan (faskes) dalam rangka meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan,” paparnya.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini, menurut dr Bayu adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan peserta terkait dengan persoalan yang terjadi pada masa remaja, serta upaya pengendaliannya. Sehingga dapat menjadikan remaja lebih berkwalitas, bertanggungjawab dan memiliki status kejiwaan yang optimal.

Repoter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam